Beri Menu Makanan Babi Pada Narapidana Muslim, Sipir di AS Terancam Ditahan

625
Ilustrasi Penjara (Photo: Istimewa)

Los Angeles, Muslim Obsession – Seorang hakim federal di Alaska memberikan perintah penahanan pada Kamis (24/5/2018) waktu setempat, kepada para penjaga penjara (sipir) yang memberi babi kepada para tahanan Muslim saat berbuka puasa selama Ramadhan.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengajukan gugatan pada Selasa (22/5/2018) waktu setempat, mengklaim rumah tahanan Anchorage Correctional Complex (ACC) telah melanggar larangan konstitusional terhadap hukuman yang kejam dan tidak biasa.

CAIR mengatakan Pengadilan Distrik AS untuk Alaska telah mengabulkan permintaannya untuk perintah darurat sementara, guna menyediakan makanan yang cukup dan sesuai dengan pedoman kesehatan pemerintah.

“Kami telah melaporkan lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kefanatikan yang menargetkan Muslim Amerika dan anggota kelompok minoritas lainnya sejak pemilihan Donald Trump sebagai Presiden,” kata CAIR, organisasi yang berpusat di Washington itu dalam sebuah pernyataan.

Sejumlah tahanan Muslim diberikan paket makanan yang berisi ransum yang terbuat dari daging babi.

“Menurut keluhan mereka, jumlah kalori yang terdapat dalam ransum juga lebih kecil dari biasanya, yakni setara 1.100 kalori per hari. Di mana biasanya, jumlah harian yang direkomendasikan sekitar 2.500 kalori untuk pria,” tambahnya, seperti dilansir Straits Times, Jumat (25/5/2018).

Menurut CAIR, perlakuan tersebut bertentangan dengan Undang-undang Penggunaan Tanah dan Pelembagaan Beragama, serta melanggar hak Amandemen yang berisi perlindungan yang sama dan kebebasan beragama secara bebas.

Oleh karena itu, CAIR menggugat perubahan kebijakan, kompensasi dan ganti rugi hukuman terhadap tahanan Muslim. Namun, pihak rumah tahanan tidak segera menanggapi permintaan itu dan belum mengeluarkan komentar. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here