Berhala Pertama yang Disembah Manusia

1903

Berhala di Zaman Dulu

Dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA. Dalam hadist tersebut, berhala pertama kali disembah di zaman Nabi Nuh AS.

“Dari Ibnu Abbas RA bahwasanya berhala-berhala yang dahulu diagungkan oleh kaum Nabi Nuh, di kemudian hari tersebar di bangsa Arab. Wadd menjadi berhala untuk kaum Kalb di Daumatul Jandal. Suwa’ untuk Bani Hudzail. Yaquts untuk Murad dan Bani Ghuthaif di Jauf, tepatnya di Saba’. Adapun Ya’uq adalah untuk Bani Hamdan. Sedangkan Nashr untuk Himyar keluarga Dzul Kala’. Itulah nama-nama orang shaleh dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka wafat, setan membisikkan kaum itu untuk mendirikan berhala pada majelis mereka dan menamakannya dengan nama orang-orang shaleh itu. Maka mereka pun melakukan hal itu, dan saat itu berhala-berhala itu belum disembah hingga mereka wafat, sesudah itu, setelah ilmu tiada, maka berhala-berhala itu pun disembah.”

Al Suyuti dalam kitab Ad Duratul Mantsur, mengutip pendapat Al Faqihi, menguatkan hadist di atas. Menurut Al Faqihi, di masa Nabi Nuh, seorang anak merindukan orangtuanya sudah meninggal membuat patung.

Patung itu dibuat dengan wajah yang mirip orangtuanya. Pembuatan patung itu didasari ketidakmampuan memupuk sifat sabar.

Ketika orangtua meninggal, si anak akan memandangi patung-patung tersebut. Hal itu akan dilakukan sepanjang hidupnya.

Lambat laun, hal ini menjadi tradisi turun temurun hingga anak cucunya. Lama kelamaan, anak cucunya menganggap patung-patung tersebut harus disembah sebagai tuhan.

1
2
BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Ajaran Islam sdh turun bersama Adam manusia pertama. Jadi penyembahan berhala sdh dianggap dosa karena sdh ada agama Islam yg diajarkan Adam untuk tidak berbuat sirik menyekutukan Allah alias tidak ada tuhan selain Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here