Bergerak Cepat, Kemenag Edukasi Para Pelaku Ritual Bugil

230

Pandeglang, Muslim Obsession – Kementerian Agama (Kemenag) bergerak cepat dengan menerjunkan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk mengedukasi penganut Hakekok Balakasuta, di Pandeglang, Banten.

Berita tentang Hakekok Balakasuta mendadak viral di media sosial karena diketahui melakukan ritual bugil. Ritual tersebut sempat mengejutkan warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang diketahui menjadi tempat berlangsungnya ritual tersebut.

“Saya bersama teman-teman penyuluh lainnya sudah ke lokasi, melihat langsung bagaimana kondisinya,” kata Penyuluh Agama Ciegeulis Kabupaten Pandeglang Mahli Yudin, mengutip Kemenag, Sabtu (13/3/2021).

Mahli mengatakan, kepolisian telah mengamankan 16 orang pengikut aliran Hakekok Balakasuta tersebut yang terdiri dari 5 perempuan dewasa, 8 laki-laki, dan 3 anak-anak. Ritual Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong.

Ia menjelaskan, kegiatan ritual tersebut baru dilaksanakan satu kali, dengan tujuan membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan diri lebih baik. Aliran tersebut mengadopsi dari ajaran Hakekok yang dibawa oleh almarhum Abah Edi, dan diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya Leweung Kolot.

“Ke depan kami (penyuluh agama) juga akan melibatkan tokoh agama setempat untuk memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur budaya terhadap penganut aliran ini,” ungkap Mahli Yudin.

Aliran Hakekok, jelasnya, sudah lama muncul di Pandeglang Banten. Aliran ini pernah dikembangkan di padepokan atau majelis dzikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

“Aliran Hakekok ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, waktu itu sampai membuat keresahan warga yang secara spontan langsung melakukan pembakaran padepokan tempat aliran itu. Kami terus berupaya memantau agar hal itu tidak terjadi lagi,” paparnya.

Mahli Yudin menyampaikan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya untuk memastikan tidak terjadi keributan dan tindakan main hakim sendiri.

“Dan kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi keributan, dan tindakan main hakim sendiri,” ungkapnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here