Berbondong-bondong, Warga Baduy Jebol Pembuatan e-KTP

50
Warga Baduy antusias mengikuti kegiatan jemput bola atau Jebol Adminduk. (Foto: YouTube)

Muslim Obsession – Warga Baduy, Banten berbondong-bondong mengikuti kegiatan jemput bola atau Jebol Adminduk melayani berbagai dokumen kependudukan, seperti Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Kegiatan Jebol yang digelar Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) ini mencetak 1.168 dokumen kependudukan bagi masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar selama 3 hari pelayanan adminduk.

Namun mengingat antusiasme warga Baduy dalam kegiatana tersebut, maka layanan ini pun diperpanjang 1 bulan di Kantor Desa.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan 5 Tersangka Perusak Hutan Sakral Suku Baduy

Mengutip Obsession News, Selasa (31/8/2021), penerbitan dokumen tersebut dilakukan melalui skema jemput bola atau jebol berkolaborasi dengan Ditjen Dukcapil, Dinas Dukcapil Provinsi Banten, Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak, dan dibantu relawan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI).

“Kami melakukan perekaman KTP-el bagi 338 orang, menerbitkan Akta Kelahiran bagi 226 anak, KIA bagi 194 anak, dan KK bagi 410 keluarga,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Ahad (29/8/2021).

Pelayanan jemput bola tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2021.

BACA JUGA: Kirim Surat ke Presiden, Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Peta Wisata

Meski antusias, masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar mengikuti pelayanan dengan sangat tertib, dimana protokol kesehatan juga tetap diberlakukan secara ketat.

“Saya berterima kasih kepada Puun Yasih, Jaro Alim, dan Jaro Saija selaku pimpinan masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar,” ujar Dirjen Dukcapil.

Zudan mengakui bahwa pelayanan yang dilakukan bukan tanpa kendala. Masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar tidak merasa perlu untuk melaporkan adanya penduduk yang meninggal.

BACA JUGA: 5 Tempat Wisata Ini Cocok Jadi Destinasi Liburan Akhir Tahun Anda

“Masyarakat Baduy juga kerap berganti nama. Ada yang berganti nama karena sakit, ada pula yang berganti nama karena memiliki anak baru. Misalnya, ketika lahir anak pertama, ia bernama Ayah Mursid. Kemudian lahir anak kedua bernama Saidi sehingga ia berganti nama menjadi Ayah Saidi,” tambahnya.

Meski demikian, lanjutnya, hal itu bukan menjadi masalah yang rumit. Pihaknya dapat menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat disana

“Sejalan dengan arahan Mendagri Bapak Tito Karnavian, kami juga akan melakukan pelayanan lanjutan selama satu bulan di balai desa yang dekat dengan suku baduy, yakni di Desa Ciboleger. Kami akan buka sampai malam karena kami tahu banyak warga baduy yang di siang hari sibuk bekerja di ladang,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here