Berat Berbagi Rezeki?

93

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar (Pendakwah)

Jangan merasa berat untuk berbagi rezeki, khususnya kepada orangtua, kerabat, tetangga, fakir miskin dan orang-orang yang berada dalam tanggungan kita.

Hindari juga mencari rezeki dengan cara-cara yang haram, ataupun membelanjakannya untuk hal yang haram.InshaAllah menjadi jalan ikhtiar agar mendapatkan rezeki yang halal dan barokah. Tidaklah Allah menciptakan makhluk, kecuali sudah lengkap dengan rezekinya.

Sebab, dia adala Ar-Razzaq, Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki.

Suatu saat mungkin kita berpikir, kenapa rezeki terasa seret, kenapa bisnis merugi, kenapa susah mendapat pembeli.

Baiknya kita lekas introspeksi, lekas kembalikan kepada Allah, perbanyak taubat.

Bisa jadi terhalang oleh dosa-dosa yang sadar tidak sadar kita lakukan.

“Sesungguhnya, seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya,” (HR. Ahmad)

ALLAH AR-RAZZAQ – YANG MAHA PEMBERI REZEKI

Salah satu hikmah dari #spritasamaulhusna AR-RAZZAQ mengajarkan kita untuk meyakini, bahwa rezeki yang kita dapatkan semua berasal dari Allah, bukan dari pekerjaan, orang tua atau siapapun.

Manusia hanyalah sarana sampainya rezeki dari Allah untuk kita. Sekali lagi, ketika merasa rezeki sedang seret, perbanyaklah taubat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita. boleh jadi, terhambatnya rezeki kita dari Allah karena ulah kita sendiri.

Semoga Allah menjadikan hati kita tidak pernah risau dengan rezeki.

Penuh tawakkal, lemah lembut dan punya rasa takut pada-Nya.

(Buku Asmaul Husna, karya Aa Gym, Jilid 1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here