Berapa Tarif Ustadz Abdul Somad Sekali Ceramah?

309
Ustadz Abdul Somad. (Foto: Istagram UAS)

Jakarta, Muslim Obsession – Ustadz Abdul Somad (UAS) adalah salah satu ulama di Indonesia yang sudah banyak dikenal masyarakat. Bagaimana tidak, wajahnya kerap tampil di televisi untuk mengisi kajian kislaman. Ceramahnya juga banyak dimuat di media sosial.

Setiap mengadakan kajian, jamaah UAS selalu membludak, ribuan orang datang untuk mendengarkan. Bahkan, kepopulerannya pun tidak hanya di dalam negeri saja, luar negeri pun seperti Malaysia hingga Hong Kong selalu mengundang penceramah asal Riau ini.

Melihat pupularitas UAS sangat tinggi, orang tentu bertanya-tanya berapa tarif yang harus dikeluarkan untuk mengundang UAS sekali ceramah.

Baca juga: Jawaban Mengejutkan Ustadz Adi Hidayat Saat Ditanya Berapa Tarif Sekali Ceramah?

Dikutip dari kanal Youtube Religione, Senin (27/7/2020), UAS memberikan jawaban mengejutkan saat ditanya tarif yang harus dikeluarkan mereka yang mengundangnya. UAS mengakui belum memasang banderol.

“Saya sampai saat ini tidak pernah bercerita. Saya sebutkan. Ustadz honornya berapa? Saya belum pasang banderol,” kata UAS saat diwawancarai reporter tvOne.

UAS melanjutkan, jika ingin mengundang, undanglah sebelum ada tarif. “Kalau mau undang, undanglah sebelum pasang banderol,” kelakarnya.

Dalam dakwah UAS mengakui jika seorang ustadz yang harusnya datang kepada umat, karena itulah dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

“Mestinya kita yang datang ke umat, kita datang seperti Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Mereka sudah mau mengumpulkan umat, kita tinggal datang saja. Dosa besar jika kita tidak mau datang,” lanjutnya.

Dakwah di Pedalaman

Banyak orang berpikir jika UAS hanya ingin berceramah di lokasi yang nyaman, enak dengan fasilitas mewah. Ternyata itu salah. UAS sampai saat ini masih suka berdakwah di daerah-daerah terpencil, bahkan jika harus mengendarai rakit sampai berjalan kaki.

UAS tidak pernah memandang siapa orang yang didakwahinya, apakah mereka orang miskin atau orang kaya. Dan salah satu momen yang tidak pernah terlupakan adalah saat dirinya pergi berdakwah ke Suku Akit di pedalaman Riau.

UAS harus memakai beberapa moda transportasi, mulai dari pesawat, perahu hingga ojek dalam waktu yang cukup lama. Sebab, UAS mempunyai program khusus ke daerah-daerah terpencil untuk berdakwah

“Untuk sampai ke daerah itu, saya musti ke Batam dulu dari Pekanbaru. Dari Batam baru naik speed (perahu) lagi 3 jam ke sungai Guntung. Kami masuk ke pulau pulau Kijang. Kami berangkat pula ke perkampungan suku Akit, sampai di tepi kami naik ojek ke dalam melihat masyarakat yang masih banyak animisme dinamisme,” lanjutnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here