BERAMAL

208
Ilustrasi berinfak atau bersedekah (Foto: Istimewa)

Oleh: Abdullah Mahmud

Ilmu akan menghantarkan pemiliknya untuk beramal. Ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah. Orang yang ingin sukses harus bekerja keras. Begitu pula bila ingin masuk surga ya harus banyak beramal.

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,” (QS. At-Taubah [9]: 105).

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

“Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,” (QS. Al-Kahfi [18]: 107).

Ada sahabat bertanya, wahai Rasulullah ﷺ, jika setiap orang sudah ada ketentuannya fulan di surga dan fulan di neraka, kalau begitu buat apa kita cape-cape? Nabi ﷺ menjawab:

« اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ »

“Berbuatlah, masing-masing akan dimudahkan kemana akan menuju,” (HR. Bukhari).

Karena itu kita diajari doa oleh Rasulullah ﷺ:

« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ »

“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan),” (HR. Abu Dawud, At-Turmudzi dan An-Nasaie).

Sampai Al-Khatib Al-Baghdadi menulis buku (اقتضاء العلم العمل), artinya ilmu dan amal itu satu paket. Itulah ash-shiratul mustaqim yang selalu kita minta dalam shalat-shalat kita.

Kesempurnaan iman pada kesempurnaan amal. Nabi ﷺ menyebut cabang iman itu ada 69 atau 79. Ibnu Hibban menyebutkan rinciannya seperti dinukil oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya “Fathul Baari”; ada 24 amalan qalbu, 7 amalan lisan, dan ada 38 amalan anggota badan.

Kalau tidak takut kepanjangan niscaya kami akan menyebutkannya. Tapi hanya sepuluh hal yang diprioritaskan oleh Imam Al-Ghazali:

Pertama, menyesali atas dosa-dosa.

Kedua, bersabar terhadap ujian yang dialami.

Ketiga, rela atas takdir yang dialaminya.

Keempat, bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh.

Kelima, seimbang antara rasa takut dan rasa harap.

Keenam, zuhud terhadap dunia.

Ketujuh, ikhlas dalam beramal.

Kedelapan, berakhlak mulia kepada makhluk.

Kesembilan, mencintai Allah.

Kesepuluh, khusyu’ dalam beribadah kepada Allah.

Itulah jalan selamat.

Adapun penghalang amal sebagai jalan kehancuran, termasuk mental blok, ada sepuluh juga:

Pertama, bersikap pelit, kikir, alias bakhil.

Kedua, bersikap sombong (menolak kebenaran dan meremehkan orang).

Ketiga, bersikap ujub (bangga diri).

Keempat, riya’ (ingin tampil untuk popularitas).

Kelima, dengki atas nikmat yang diperoleh orang lain.

Keenam, emosional tidak terkendali alias suka marah.

Ketujuh, tamak terhadap makanan.

Kedelapan, seks yang tidak terkendali.

Kesembilan, cinta alias doyan harta.

Kesepuluh, rakus kekuasaan.

Semoga kita bisa menyelamatkan diri dengan bekal amal shalih agar memperoleh kebahagiaan dunia sampai akhirat.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl [16]: 97).

Wallahul Musta’an.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here