Benarkah Aidit Keturunan Rasulullah? Ini Jawaban UAS

249

Jakarta, Muslim Obsession – Setiap bulan September terlebih di akhir bulan, isu PKI kembali ramai diperbincangkan. Sejarah dan kebangkitannya selalu menjadi topik pembahasaan yang menarik bagi sebagian orang. Termasuk para tokoh-tokohnya DN Aidit.

Di media sosial ramai beredar kabar yang menyebutkan salah seorang tokoh pemberontakan G30S PKI DN Aidit, memiliki garis keturunan habaib (keturunan Nabi Muhammad SAW). Apakah benar demikian?

Ustadz Abdul Somad menjelaskan soal kabar miring itu. Ia menegaskan bahwa Aidit bukan keturunan Nabi. UAS menyatakan yang terjadi sebanarnya adalah hampir ada kesamaan antara nama Aidit dan Aidid. Nama Aidid inilah yang yang keturunan Nabi.

“Ternyata si Aidit ini adalah orang terlantar dulunya yang dipelihara oleh Habib Aidid, pakai D belakangnya. Lalu diambilnya nama Aidid itu, tapi diubahnya menjadi T, jadi Aidit. Owww kata Profesor begitu ceritanya,” kata UAS dalam sebuah ceramahnya di media sosial.

“Ya! Kata UAS, kabar bohong DN Aidit keturunan Nabi kata UAS sudah ditelusuri langsung oleh Habib Zein bin Sumaith, bahwa itu tidak benar.

Terkait hal ini, putra DN Aidit, Ilham Aidit juga mengaku, Aidit yang mereka sandang adalah nama marga. Riwayat Aidit yang disampaikan Ilham pun mirip dengan kisah marga Aidid.

“Asalnya dari Yaman. Tapi anehnya, keturunannya banyak tersebar di wilayah Afrika Utara,” kata Ilham kepada Republika.

Ilham menjelaskan, nama Aidit yang mereka sandang berasal dari nama marga sang kakek, yakni Abdullah Aidit. “Itu sebetulnya nama (Aidit) dari kakek saya,” ujarnya.

Sang kakek pun pernah berkisah pada Ilham soal nama Aidit yang mereka sandang. “Kakek saya (Abdullah Aidit) selalu bercerita tentang itu. Dia bilang (Aidit) ini tidak sembarangan, punya garis keturunan Rasulullah kalau diurut dari stamboom (silsilah),” ujar Ilham.

Ilham lantas berujar, pemegang nama marga Aidit sangat banyak di Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Pada 1930, kata Ilham, banyak yang menggunakan nama marga Aidit sebagai identitas sehari-hari.

Namun, selepas kasus 30 September 1965, pemilik nama marga Aidit perlahan menghilang dari Indonesia. Ini sejalan dengan kisah Abdul Rachman yang sejak 1965 menghilangkan nama Aidit-nya.

“Betul, selepas tahun 1965, banyak yang menghapus nama marga itu secara bersama-sama karena takut dikira punya hubungan keluarga (dengan DN Aidit). Karena dulu hubungan keluarga sejauh apa pun bisa jadi masalah,” kata Ilham.” (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here