Belgia Akan Berikan Bantuan Kepada UNRWA 19 Juta UERO

527

Brussel, Muslim Obsession – Amerika Serikat (AS) memutuskan membatasi bantuannya untuk Palestina. Hal itu dilakukan setelah keputusan memindahkan kedubes AS ke Yerussalem diprotes penduduk Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Keputusan yang diteken Presiden Donald Trump itu memicu kecaman dari pegiat hak asasi manusia di seluruh dunia, serta lembaga kemanusiaan yang selama ini mendampingi para pengungsi Palestina di berbagai negara Timur Tengah. Saat mengumumkan pemotongan dana, juru bicara Gedung Putih mengatakan sisa US$65 juta (setara Rp.812 miliar) akan dicairkan di masa mendatang setelah melalui kajian mendalam.

Kebijakan AS ini ibarat preman yang memainkan ancaman dan kucuran uang untuk menuntut Palestina tidak memprotes kebijakan mereka memindah kedubes ke Yerusalem. Trump nekat mengambil kebijakan yang sudah ditolak mayoritas negara maju itu hanya demi menyenangkan basis pemilihnya, kalangan kristen konservatif di pedalaman AS.

Mendengar keputusan itu, Belgia sebagai Negara tetangga akan memberikan bantuan sebesar 19 juta Euro kepada Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi para pengungsi Palestina (UNRWA).

Wakil Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan bahwa pemerintah Belgia telah menanggapi seruan Sekretaris Jenderal UNRWA yang mengimbau negara-negara di dunia agar memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina yang sangat membutuhkan bantuan cepat.

Croo mengungkapkan bahwa Brussel secara bertahap akan membayar dana 19 juta Euro kepada UNRWA dalam tiga tahun. Croo juga menyebut bahwa pembayaran pertamanya akan disegerakan, karena Belgia telah mempertimbangkan kesulitan keuangan yang dihadapi UNRWA.

“Kondisi kehidupan di Gaza, Suriah, Tepi Barat dan negara-negara lain di kawasan timur tengah ini memang sangat sulit,” ujar Croo seperti dilansir Aljazeera.

Menurut Pusat Statistik Palestina, terdapat 5,9 juta pengungsi Palestina yang terdaftar di UNRWA dan 2,1 juta di antaranya tinggal di Yordania. Sementara 1.445.000 lainnya tinggal di Gaza, kemudian diikuti oleh Tepi Barat, Suriah, dan Lebanon.

Pemerintah AS selama ini menopang sepertiga total dana yang diterima UNRWA setiap tahun. UNRWA adalah lembaga di bawah naungan PBB yang memasok air bersih, obat, dan bahan makanan kepada dua juta penduduk Jalur Gaza.

Wilayah Gaza yang diblokade oleh Israel dan Mesir merupakan kantong kemiskinan terbesar di Palestina. Selain rusak akibat perang, jumlah penduduk miskin di kota kekuasaan Hamas itu mencapai 38,8 persen.

Akibat penjajahan Israel, lebih dari 5 juta pengungsi terpaksa kabur dari Palestina tersebar ke berbagai negara. Kantong pengungsi Palestina di antaranya adalah Libanon, Turki, dan Yordania. (Iqbal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here