Belasan Benda Mirip Senjata Pusaka Era Kerajaan Ditemukan di Kebumen

81

Kebumen, Muuslim Obsession – Warga sekitaran Pantai Menganti, Kebumen dikejutkan dengan penemuan benda pusaka, berupa keris dan pedang yang diduga merupakan barang kuno peninggalan kerajaan.

Belasan benda-benda pusaka yang mirip di era kerajaan itu ditemukan oleh Slamet Riyanto (40) warga Desa Karangduwur Kecamatan Ayah, Selasa (12/10/), sekitar pukul 05.00 WIB.

Slamet Riyanto yang kesehariannya merupakan penjaga Pantai Menganti menemukan benda-benda pusaka saat berpatroli. Ia yang penasaran dengan benda-benda yang berserakan di pesisir pantai sebelah barat area parkir kemudian mendatangi dan terkejut dengan temuan benda pusaka tersebut.

Benda tersebut berupa keris, pisau besar diduga merupakan ujung sebuah tombak, senjata besar dengan bentuk naga, dan benda kecil seperti gada. Semua benda berbahan seperti kuningan.

Komandan SAR Lawet Perkasa Bejo Priyono menyampaikan temuan benda mirip pusaka era kerajaan ini baru pertama kali terjadi di Pantai Menganti. Disampaikannya, disekitar tempat tersebut kemudian ditemukan totalnya mencapai 15 buah.

“Terdapat Keris lima buah, enam ujung tombak, dua buah benda seperti gada, dan dua buah senjata besar berbentuk naga,” jelas Bejo, dalam laporannya, Rabu (13/10).

Hingga kini belum diketahui asal muasal benda-benda tersebut. Apakah benda itu memang sengaja dibuang oleh pemiliknya, barang curian atau lainnya. Pihak pengelola belum mengatahuinya.

Namun demikian setelah ditemukan, benda masih diamankan oleh pihak pengalola. “Kalau asalnya dari mana belum ditemukan,” kata Bejo mengakhiri.

Kabar adanya penemuan pusaka di Menganti dengan cepat tersebar. Ini mengundang para warga atau wisatawan yang penasaran berdatangan untuk melihat benda-benda tersebut.

Salah satunya yakni Aditiya yang datang dari Kebumen. Pihaknya sengaja datang ke Obwis Menganti untuk melihat benda-benda pusaka yang ditemukan itu. “Saya penasaran dan kagum dengan adanya penemuan benda-benda pusaka tersebut,” ucapnya.

Benda-benda pusaka itu juga belum diteliti oleh para peneliti. Setidaknya hingga hari ini, Rabu (13/10) belum ada peneliti yang datang ke lokasi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here