Belajar Kepada Padi

941

Keempat, selalau dicari dan ditunggu-tunggu. Karena fungsinya yang menyentuh kebutuhan dasar, maka padi sangat dicari orang dan ditunggu-tunggu kehadirannya. Saat kita lapar, apalagi setelah beraktifitas seperti olahraga dan bekerja, umumnya yang dicari adalah nasi yang merupakan makanan mengenyangkan yang berbahan dasar beras dan berasal dari padi.

Padi mengajarkan kepada kita untuk menjadi pribadi yang selalu dicari dan ditunggu-tunggu kehadirannya. Tentu saja bukan pada hal-hal negatif. Manusia yang suka menolong orang, gemar memberikan solusi kepada orang lain, dan memiliki karakter yang disenangi orang lain menjadi sosok yang selalu dicari, dicintai, dan ditunggu kehadirannya. Keberadaannya selalu membuat damai hati orang lain. Inilah inti dari Islam yang menjadi rahmatan lil ‘alamin.

Sosok muslim sejati selalu menjadi rahmat bagi orang-orang di sekelilingnya sehingga dicari dan ditunggu kehadirannya. Kita dapat melihat hal tersebut pada pribadi Rasululah Saw. yang selalu dicintai dan disegani kawan maupun lawannya. Rasulullah Saw. merupakan panutan sejati bagi kita untuk memaknai rahmatan lil ‘alamin.

Hal ini ditegaskan Allah ‘Azza wa Jalla dalam firman-Nya, “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia,” (QS. Al-Anbiya: 107).

Sungguh mulia orang-orang yang memiliki sifat padi dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dirinya selalu dicari dan ditunggu-tunggu kehadirannya karena memiliki ke-tawadlu-an, rajin memberikan manfaat kepada orang-orang di sekitarnya, dan mampu bersosialisasi dalam keadaan apapun.

Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah limpahkan kemuliaan hidup dengan memiliki sifat dan karakter seperti padi sehingga menjadi pribadi yang rahmatan lil’alamin.

Wallahu A’lam bish Shawab. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here