Belajar dari Kemuliaan Imam Syafi’i

248
Ilustrasi: para ulama.

Muslim Obsession – Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i Al-Muththalibi Al-Qurasyi atau lebih dikenal dengan panggilan Imam Syafi’i, merupakan ulama pendiri madzhab Syafi’i yang banyak diikuti umat Islam, terutama di Indonesia.

Ulama kelahiran Ashkelon, Gaza, Palestina pada 150 H/767 M ini dikenal dengan keilmuan dan ketawadhu’annya yang luar biasa. Sebab inilah beliau menjadi mulia.

BACA JUGA:

Tiga Ciri Orang Hebat Menurut Imam Syafii

Ketika Imam Syafii Membuat Jengkel Imam Malik

Ketika Imam Malik bin Anas Menjawab ‘Tidak Tahu’

Alkisah, suatu ketika Imam Syafi’i pernah tiba-tiba mencium tangan dan memeluk hangat seorang laki-laki tua yang kebetulan bertemu muka dengannya. Tindakan ini jelas mengundang tanya para sahabat dan murid-murid Imam Syafi’i.

“Wahai Imam, mengapa engkau mau mencium tangan dan memeluk lelaki tua yang tak dikenal itu? Bukankah masih banyak ulama yang lebih pantas diperlakukan seperti itu dari pada dia?” tanya salah seorang sahabatnya.

Dengan lugas, Imam Syafi’i menjawab, “Ia adalah salah seorang guruku. Ia aku muliakan karena pernah suatu hari aku bertanya kepadanya, bagaimana mengetahui seekor anjing telah dewasa. Ia pun menjawab, untuk mengetahuinya dengan melihat apakah anjing itu mengangkat sebelah kakinya ketika hendak kencing. Jika iya, ketahuilah bahwa anjing itu telah berusia dewasa.”

Begitu luar biasanya Imam Syafi’i memperlakukan dan memuliakan gurunya. Meski pembelajaran yang ia dapatkan terkesan remeh, tidak membuat mufti besar itu melupakan apalagi meremehkan jasa dari orang tersebut. Ia tetap memperlakukannya dengan mulia, sama seperti ia memperlakukan guru-gurunya yang lain.

Imam Syafi’i juga diketahui memiliki kebiasaan yang mulia ketika Ramadhan. Di bulan suci ini, Imam Syafii membiasakan diri untuk mengkhatamkan Al-Quran 60 kali. Itu artinya sehari-semalam beliau mengkhatamkan Al-Quran 2 kali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here