Bela Palestina, KISDI Imbau Umat Islam Berdoa dan Shalat Ghaib

72

Muslim Obsession – Konflik di Gaza akibat agresi tentara zionis Israel memantik simpatik publik dunia untuk rakyat Palestina. Sampai saat ini belum ada tanda konflik yang telah menewaskan ratusan rakyat Palestina itu akan berakhir.

Merespons hal itu, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) menyampaikan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk menyuarakan pembelaan terhadap Palestina pada pelaksanaan shalat Jumat besok.

“Mengimbau para khatib di seluruh Indonesia untuk menyuarakan pembelaannya terhadap Palestina pada momen shalat Jumat sekaligus berdoa bersama untuk keselamatan warga Palestina. Selain itu melaksanakan shalat Ghaib selepas shalat Jumat untuk para syahid,” ungkap Ketua KISDI KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i saat konferensi pers di Aula Masjid Al Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Kamis (20/5/2021).

Jika memungkinkan, Kiai Abdurrasyid juga meminta para jamaah shalat Jumat untuk sukarela mengenakan syal Palestina ketika shalat jumat. “Setelah itu bersama-sama dengan pihak DKM (pengurus masjid) menyatakan sikap untuk membela Palestina dan merekamnya melalui alat komunikasi lalu menyebarkannya,” kata Kiai Abdurrasyid.

Pada kesempatan ini, KISDI menyampaikan sikap tegas mengutuk keras serangan biadab penjajah Israel ke Masjid Al-Aqsha dan umat Islam di Tepi Barat serta agresi militer ke Gaza Palestina.

Untuk menyelesaikan krisis Palestina ini, KISDI mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan langkah konkret untuk membela Palestina.

“Pemerintah Indonesia harus segera melakukan lobi-lobi yang lebih konkret dengan dunia internasional untuk memberikan sanksi kepada Israel yang kembali melakukan kejahatan kemanusiaan dan melanggar konvensi internasional soal Jerussalem Timur dan Masjid Al-Aqsha,” jelas Kiai Aburrasyid.

Selanjutnya, KISDI mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengirimkan tentara perdamaian untuk membantu Palestina dalam menghentikan segala bentuk penjajahan.

Tak lupa, KISDI juga mendesak lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional agar mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dan Palestina kemudian menjatuhkan sanksi atas terorisme Israel.

Sebagai langkah konkret melawan gerakan ekonomi Israel, KISDI mengimbau umat Islam memboikot produk Israel dan sekutunya. KISDI juga mengimbau umat Islam untuk memberikan bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, bahan makanan dan lainnya ke Palestina melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang terpercaya.

Konfrensi pers KISDI dihadiri oleh para tokoh Islam seperti  Ustaz Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia), Ustaz Nashirul Haq (Ketua Umum DPP Hidayatullah), KH Cholil Ridwan, KH Muhammad Al Khaththath dan lain sebagainya.

Untuk diketahui, KISDI adalah organisasi yang didirikan oleh para ulama dan tokoh pergerakan Islam dan diresmikan oleh “Bapak NKRI” Mohammad Natsir pada tahun 1984 di Masjid Al Barkah As Syafiiyah, Tebet, Jakarta Selatan. Saat itu, putra ulama kharismatik KH Abdullah Syafii yaitu KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii diangkat menjadi Ketua KISDI dengan didampingi para tokoh seperti almarhum Ahmad Sumargono (Bang Gogon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here