Beginilah Proses Evakuasi Mayat Berlumpur Mengeras di Petobo

810
Relawan Lazis Wahdah
Relawan Lazis Wahdah Islamiyah di antara reruntuhan gempa di Palu, Sulteng.

Palu, Muslim Obsession – Beranjak dari Kampung Lere, Sebanyak 17 Relawan Wahdah Peduli bersama Relawan Basarnas, Relawan Lokal melanjutkan evakuasi jenazah korban gempa di Kelurahan Petobo, Kecamatan Birobuli, Palu, Selasa (2/10/2018).

Daerah Petobo inilah termasuk yang parah dan mencengangkan ketika terjadi gempa. Informasi dari warga sekitar, selain menggulung bangunan juga tiba-tiba muncul lumpur menyembur ke permukaan dan menimbun area radius 4 Km. Diperkirakan 700 jiwa terkubur hidup-hidup.

Memasuki hari kelima, Nasruddin Abdul Karim, seorang relawan Lazis Wahdah Islamiyah mengemukakan bahwa masih banyak jenazah yang terperangkap lumpur yang sudah mulai mengeras dan belum dievakuasi.

“Sesuai arahan Basarnas, medan berat dan berlumpur juga harus hati-hati ketika melakukan evakuasi karena lumpur yang bisa menyebabkan infeksi,” ungkap Nasrudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/10/2018).

Ia memaparkan, saat masuk di pinggiran perumahan Petobo, Tim Wahdah Peduli menemukan banyak mayat yang tertimbun lumpur yang mulai mengeras.

Bersama SAR Lokal yang sudah lebih dahulu berada di lokasi, mereka berusaha mengeluarkan jenazah yang semakin digali semakin memperlihatkan 4 jenazah dengan perkiraan 3 dewasa dengan posisi melindungi anak kecil.

Tak jauh dari tempat tersebut juga ada jenazah perempuan dengan kepala yang sudah berulat dan sebagian anggota badan masih tertanam di lumpur.

Terlihat pula dari pinggiran lumpur ada kaki bayi yang diperkirakan di bawahnya banyak mayat, ditandai dengan genangan air yang berwarna merah gelap dan bau menyengat.

Pukul 12.08 akhirnya ada 3 jenazah yang berhasil di evakuasi dan dibawa ke RS. Bayangkara Palu untuk diotopsi.

“Tadi dari PU sudah menerjunkan alat berat untuk membuka jalanan Petobo yang tertimbun lumpur,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here