Begini Tips Menasehati Anak Laki-Laki, Salah Satunya Jangan di Waktu Lapar!

319

Muslim Obsession – Anak laki-laki biasanya lebih sering mendapatkan cap nakal. Karena, anak laki-laki memang cenderung lebih aktif dengan rasa ingin tahunya lebih tinggi.

Sebagai orangtua, bagaimana pun tetap harus mendidik anak laki-laki dengan memberi mereka nasehat yang baik. Nah, agar nasehat ayah dan bunda didengarkan oleh anak, ini tips dari dokter peneliti dr. Aisyah Dahlan.

“Hipotalamus laki-laki lebih lebar daripada perempuan, sehingga anak laki-laki lebih mudah lapar dan haus. Maka pantang kalau menasehati anak laki-laki kalau perutnya masih kosong. Saya kalau ingin menasehati anak laki-laki saya, saya ajak dia makan dulu, baru saya nasehati,” ucap dr. Aisyah Dahlan, melalui video yang diunggah di akun Facebook miliknya.

Tips selanjutnya, seperti dikutip dari situs motherandbaby, Rasulullah Saw. menasehati anak dalam tiga waktu.

1. Saat dalam perjalanan

Sebagaimana dinukil dari hadis Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan at-Tirmidzi, “Nabi Muhammad diberi hadiah seekor bagal oleh Kisra. Beliau menungganginya dengan tali kekang dari serabut. Beliau memboncengku di belakangnya. Kemudian, beliau berjalan. Tidak berapa lama, beliau menoleh dan memanggil, ‘Hai anak kecil.’ Aku jawab, ‘Labbaika, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Jagalah agama Allah, niscaya Dia menjagamu…’”

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw. memberi nasehat saat sedang melakukan perjalanan, baik berjalan kaki maupun naik kendaraan.

Baca Juga: Tips Buya Yahya Agar Anak Pintar dan Tidak Nakal

Bahkan, Rasulullah Saw. menyampaikan suatu rahasia kepada seorang anak di tengah perjalanan agar ia mengingatnya. Hal ini tidak lain karena besarnya penerimaan si anak pada waktu-waktu seperti ini.

2. Saat makan

Mengapa Nabi Muhammad Saw. menjadikan saat makan sebagai salah satu waktu yang tepat untuk memberikan nasihat kepada anak? Karena pada waktu ini, biasanya anak-anak selalu berusaha untuk berlaku apa adanya. Kadang, mereka juga melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan adab sopan santun di meja makan.

Dalam riwayat Abu Daud at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya disebutkan sebuah hadits yang berbunyi, “Mendekatlah wahai anakku. Ucapkanlah basmalah. Makanlah dengan tangan kanan dan makanlah apa yang ada di hadapanmu.” Di sini kita bisa mendapat kesimpulan bahwa Nabi Muhammad Saw. memberikan nasehat dengan lembut, yaitu mengajak anak kecil untuk makan bersama beliau, setelah itu beliau memberi pengarahan tentang cara dan adab makan.

3. Saat anak sedang sakit

Bunda, pernahkah Anda mendengar kalimat yang mengatakan bahwa sakit dapat melunakkan hati orang-orang dewasa yang keras? Lalu, bagaimana dengan hati anak-anak yang masih lembut dan cenderung lebih mudah menerima?

Nah, saat seorang anak sakit, ada dua keutamaan yang terkumpul padanya. Keadaan ini bisa digunakan untuk meluruskan kesalahan-kesalahan serta perilakunya seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi.

Diriwayatkan Bukhari dari Anas RA, dia berkata, ”Seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi Saw. sakit. Nabi Saw. datang menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya dan bersabda kepadanya. ‘Masuk Islamlah engkau.’ Dia melihat ke arah bapaknya yang saat itu juga berada di sana. Si bapak berkata, ‘Turutilah Abul Qasim.’ Maka dia pun masuk Islam. Nabi Saw. pergi sambil berdoa. ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan dari api neraka.'”

Wallahu A’lam bish Shawab..

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here