Baznas Luncurkan Program Rumah Batik dan Tenun Indonesia

507
Baznas
Baznas Jabar (ilustrasi).

Jakarta, Muslim Obsession — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program pemberdayaan Rumah Batik dan Tenun Indonesia, untuk para perajin kain tradisional di berbagai daerah.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Mohd Nasir Tajang, menuturkan bahwa Rumah Batik dan Tenun Indonesia menjadi marketing board bagi program-program pemberdayaan kain berbasis dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dilaksanakan oleh Baznas.

Melalui program Zakat Community Development (ZCD), Baznas mengembangkan kain tradisional di tiga wilayah yakni batik di Tuban, Jawa Timur, kain tenun di Ende NTT dan songket di Sambas, Kalimantan Barat bekerja sama dengan Sahabat Pulau. Program pemberdayaan ini meliputi bantuan dan pendampingan oada tiga aspek penting usaha yakni modal, produksi dan pemasaran.

Selama ini Ende merupakan daerah wisata yang terkenal dengan tenunnya, tetapi hingga saat ini masih banyak pembuat tenun yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Untuk itu Baznas bersama komunitas Sahabat Pulau Indonesia mencoba menginisiasi program pemberdayaan untuk mama mama pengrajin tenun di salah satu desa wilayah Ende, yaitu desa Mbuliloo,” katanya melalui rilis, Sabtu (1/12).

Istimewanya, selama beberapa bulan dilakukan pembinaan pengrajin tenun dengan menggunakan benang khusus dan tema khusus sesuai permintaan konsumen yang sedikit dimodifikasi lebih trendi. Pewarna alam yang digunakan seperti kunyit, indigo dan kulit kayu membuatnya memiliki nilai lebih dalam khasanah fashion tradisional.

Di Tubab, pemberdayaan diberikan kepada ibu-ibu buruh batik cap dengan penghasilan maksimal Rp 30 ribu sehari. Baznas mendorong mereka lebih mandiri dengan melakukan pelatihan membatik tulis menggunakan canting, pelatihan pengenalan motif dan membuat pola, pelatihan pembuatan pewarna alam dari tanaman indigo dan tingi serta pengenalan motif khas Sumurgung.

Perajin di Desa Jirak, Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, Baznas membantu dan mendampingi 20 buruh tenun untuk dapat mandiri dan memiliki usaha tenun sendiri. Baznas membantu pelatihan dasar, pelatihan pembuatan motif (ngane), pelatihan pembuatan kain songket, peralatan dan bahan tenun, pembinaan dan pendampingan hingga pemasaran ke negeri tetangga, Malaysia.

Dengan bantuan yang diberikan sejak Desember 2017, masyarakat yang awalnya hanya memperoleh upah Rp200 ribu per kain, kini mendapatkan penghasilan satu juta rupiah tiap kain. Dalam sebulan, para perajin dapat menghasilkan dua lembar kain songket. (**)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here