Bawaslu Atur Materi Khotbah, ICMI: Itu Sulit Dilakukan

560
Jimly Asshiddiqie
Jimly Asshiddiqie (Photo: Kabar24)

Jakarta, Muslim Obsession – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menyusun pedoman materi khotbah bersama seluruh pemuka agama dari setiap kepercayaan. Menanggapi hal itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie mengatakan, pengaturan khutbah di Indonesia sudah berkali-kali di coba sejak zaman Belanda tapi itu sulit dilakukan.

Selain itu, Jimly menuturkan, karakteristik masyarakat tanah air berbeda dengan negara-negara lain. Di Indonesia masjid itu milik umat, dimana ada umat Islam, maka dia akan membangun masjid. Jadi tidak ada strukturnya (keorganisasiannya).

“Karena budaya kita ini, kan, ahlussunnah wal jamaah. Beda dengan Syiah. Kalau Syiah itu terstruktur. Ada hirarki. Kita tidak. Kultur masjid kita lain dengan struktur masjid di Malaysia yang di bawah kerajaan. Begitu juga Saudi,” ujar Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini.

Dia juga menyambut baik niatan Bawaslu untuk menyusun materi khutbah itu dengan tujuan pencegahan isu sara berkembang di masyarakat. “Saya rasa maksudnya baik untuk memandu ya, tapi kita lihat efektifitasnya,” pungkasnya

Sebelumnya, Ketua Bawaslu, Abhan, mengatakan, pihaknya berencana menggandeng pemuka agama dan ormas untuk menyosialisasikan kampanye anti SARA dan politik uang dalam Pilkada 2018. Menurut Abhan, rencana tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Abhan menyatakan, informasi antipolitik SARA dan politik uang akan disampaikan dalam materi khotbah keagamaan. “Saat ini, kami sedang merumuskan materi untuk khotbah tersebut. Kami menggandeng tokoh masyarakat, seluruh tokoh agama dan juga ormas,” ujar Abhan. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here