Batuk Jadi “Paduan Suara” Jamaah Haji Usai Armina

426

Makkah, Muslim Obsession – Usai puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), cukup banyak jamaah haji yang mengalami kelelahan fisik, kelelahan ini berakibat tidak sedikit jamaah yang terserang batuk dan gangguan pernafasan lainnya.

Dibeberapa masjid di Makkah, tidak terkecuali di Masjidil Haram, fenomena batuk antar jamaah menjadi suatu “paduan suara” yang seringkali terdengar. Dari tahun ke tahun, batuk dan gangguan pernafasan merupakan keluhan paling banyak yang dirasakan jamaah pasca puncak haji.

“Dari tahun ke tahun, memang itu yang paling sering dialami jamaah yang dirujuk ke KKHI,” ujar Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Nirwan Satria di KKHI Kawasan Aziziah Janubiyah Makkah. Jumat (31/8/2018), dikutip PHU.

Saat jamaah mengalami batuk dan gangguan pernafasan, Nirwan meminta kepada jamaah untuk menyambangi dokter yang ada di kloter. Dari situ jamaah bisa berkonsultasi mengenai batuk dan gangguan pernafasan tersebut.

Dengan adanya fenomena batuk ini, KKHI mengeluarkan lima imbauannya. Pertama, jamaah diminta memperbanyak minum.”Jangan sampai kering kerongkongan. Dan jangan minum air dingin,” ujar Nirwan.

Kedua, jamaah diminta untuk selalu mengenakan masker. Ini penting agar jamaah tidak langsung menghirup debu di luar. Di sisi lain, potensi menularkan batuk juga bisa ditekan.

“Ketiga istirahat yang cukup,” kata Nirwan.

Keempat, jemaah diminta untuk menjaga stamina agar tetap fit. Caranya, dengan melakukan gerakan ringan di pagi hari.

“Kelima, rutin minum obat yang telah diberikan oleh dokter atau petugas kesehatan di kloter,” pungkas Nirwan. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here