Batasan Memetik Ilmu di Internet

1016
Syeikh Abdur Razzaq

Muslim Obsession – Syeikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr seorang pengajar tetap Masjid Nabawi Madinah, menerangkan batasan-batasan kita mengambil ilmu lewat internet.

“Pertama, memang pada dasarnya, menuntut ilmu adalah secara langsung kepada guru, ustadz atau ulama. Duduk bersama mereka dan mendengarkan mereka. Namun, kadang hal ini tidak bisa dikerjakan oleh setiap orang dan setiap waktu,” jelasnya.

Syeikh juga menyarankan kepada kita untuk bertakwa kepada Allah. Kemudian, kita bisa membuat jadwal untuk duduk bersama ahlul ilmi atau ahli ilmu, dekat dan bersama mereka, lalu meniru akhlak mereka.

“Namun, jika tidak memungkinkan juga, maka ambillah cara melalui alat-alat yang sudah berkembang, seperti internet. Di dalamnya, banyak sekali ilmu. Karena meskipun orang-orang alim telah meninggal dunia, tapi mereka masih meninggalkan kitab-kitab karangannya,” tambah Syeikh.

Tak hanya itu, Syeikh juga mengatakan bahwa meskipun orang-orang alim telah meninggal dunia, kita masih bisa mendengar suaranya lewat video ceramah-ceramahnya.

“Banyak ulama-ulama yang sudah meninggal dunia, tetapi suaranya, rekaman ilmunya, masih ada sampai sekarang. Maka, dengarkanlah mereka melalui rekaman itu beserta penjelasannya. Jika hal ini dilakukan, tidak akan terjadi pertanyaan mengenai masalah syubhat. Karena kita belajar langsung dari mereka (melalui rekaman) dan ilmu mereka adalah ilmu yang haq dan kuat,” ujar Syeikh.

Syeikh mengungkapkan, manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menuntut ilmu dari ulama terdahulu.

“Apabila Allah memudahkan kita untuk tetap istiqamah memetik ilmu dengan mendengarkan ceramah-ceramah para ulama, yang sudah meninggal dunia atau pun yang masih hidup, serta mengambil manfaat dari ilmu-ilmu mereka. Maka, Insya Allah kita akan banyak mendapat kebaikan,” jelas Syeikh.

Namun, Syeikh juga menyarankan kepada kita untuk tidak merasa cukup atas ilmu yang kita dapat melalui internet. Tetap bagaimanapun, sebisa mungkin kita harus bertemu, mendengarkan dan mengambil ilmu langsung dari para ahli ilmu atau ulama.

“Hal ini agar kita bisa mempelajari bagaimana akhlak mereka, adab dan cara mereka bermuamalah,” pungkas Syeikh.

Hal ini senada dengan penjelasan Ustadz Abdul Somad yang diunggah akun Instagram @pejuang_aswaja, Kamis (11/1/2018). Ketika salah satu jamaahnya bertanya tentang bagaimana hukum mengambil ilmu dari Google.

“Kalau ilmu yang dicari bahasan-bahasan umum saja, silahkan dicari (lewat Google). Tapi kalau sudah menyangkut masalah khilafiyah, hadits, maka mesti berguru,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Beliau menyampaikan, hukumnya boleh mencari ilmu lewat Internet, namun jika kita tidak paham, wajib bertanya.

“Karena, barang siapa yang belajar ilmu namun tidak berguru, maka gurunya adalah setan. Jangan baca sendiri, pahami sendiri, akhirnya nyasar Sendiri,” tutupnya. (Vina)

Ini video lengkap Syaikh Abdur Razzaq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here