Bareskrim Polri dan Mushalla Arridho Gelar Bakti Sosial, Manula 112 Tahun Dapat Kursi Roda

75
Bareskrim Polri dan Mushala Arridhoa menggelar bakti sosial di Green Apple, Desa Gadog, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Ahad (12/9/2021).

Cianjur, Muslim Obsession – Seorang nenek berusia 112 tahun mendapatkan bantuan kursi roda dalam aksi bakti sosial yang digelar Bareskrim Polri dan Mushala Arridho di Green Apple, Desa Gadog, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Ahad (12/9/2021).

Warga manusia usia lanjut (manula) yang menerima bantuan kursi roda tersebut langsung berucap syukur dan berterima kasih atas bantuan kursi roda sehingga mereka bisa beraktivitas dengan baik.

Selain pembagian 5 unit kursi roda kepada para manula tidak mampu, pada kegiatan bakti sosial juga dibagikan 3.000 paket beras dan minyak sayur kepada warga yang membutuhkan di sekitar Cipanas. Pembagian dilakukan sejak hari Sabtu hingga Senin.

Aksi kemanusiaan tersebut mengundang perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat yang mengapresiasi acara tersebut. Camat Pacet, Kapolsek dan jajarannya turut hadir memberi dukungan acara bakti sosial itu.

Pimpinan Mushala Arridhoa H. Tommy mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan wujud dari sinergitas antara Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Mushala Arridho yang dipimpinnya.

Tidak hanya di Cipanas, bakti sosial yang sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu itu juga dilakukan di beberapa tempat, khususnya di Mushala Arridho, Kota Tangerang.

“Alhamdulillah, ini bentuk kepedulian dari Polri khususnya Kabareskrim, Bapak Komjen Agus Adrianto kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19,” ujar H. Tommy.

Kegiatan dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Panitia dan penerima bantuan wajib mengenakan masker, melewati pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Seperti sebelum-sebelumnya, pembagian ini kami lakukan dengan sistem drivethru, dimana penerima langsung masuk dan menerima bingkisan dengan menjaga jarak dan pengendara motor tidak perlu turun tapi langsung menerima. Jadi tidak ada jeda untuk berhenti. Ini strategi untuk menghindari kerumunan massa,” jelasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here