Barat Masih Percaya Islam Bisa Menjadi Ancaman Jika Dibiarkan Menguat

139

Jakarta, Muslim Obsssion – Harus diakui secara kemajuan teknologi dunia Barat masih jauh unggul dibandingkan dengan negara-negara yang mayoritas Islam. Hal ini berbeda dengan Islam pada masa kekhalifahan, dimana saat itu dunia Islam jauh lebih maju dibandingkan dengan Eropa.

Islam bahkan saat itu mampu menguasai negara-negara Eropa. Namun situasinya saat ini kebalik, Barat justru menguasai dunia, baik dari segi politik, ekonomi, militer, pendidikan dll. Meski Barat sudah mampu menguasai dunia, mereka ternyata masih dibayang-banyangi rasa ketakutan akan kembangkitan Islam.

Edward Gibbon, misalnya, dalam buku terkenalnya The Decline and Fall of The Roman Empire (New York: The Modern Library, 1974, III:56) membuat mitos populer tentang ancaman Islam, bahwa Nabi Muhammad, dengan masing-masing tangannya memegang Al-Quran dan pedang, mendirikan kekuasaannya di atas reruntuhan Kristen dan Roma.

Buku John L Esposito, The Islamic Threat, Myth or Reality (New York: Oxford University Press, 1993), menggambarkan fenomena ketakutan itu di kalangan masyarakat Barat dan peranan para penguasa (politik, media massa) dalam menyebarkan ketakutan itu.

Dalam sejarahnya yang panjang, mitos tentang ancaman Islam di kalangan masyarakat Kristen juga sudah digambarkan dengan baik oleh Norman Daniel dalam buku klasiknya, Islam and The West: The Making of an Image (Oxford: Oneworld Publications, 1997).

David R Blank, dalam sebuah tulisannya berjudul Western Views of Islam in the Premodern Period mencatat bahwa meskipun secara keseluruhan tidak ada bukti kuat antara sikap praduga terhadap Islam antara zaman pramodern dengan zaman modern.

Namun ia menyebut ada garis-garis pemikiran tertentu yang terus berlanjut, yang mencitrakan Islam sebagai kafir raksasa (gigantic heresy), seperti garis pemikiran Peter the Vunerable, Raymund Lull, Martin Luther, dan Samuel Zwemmer.

Zwemmer adalah misionaris Kristen terkenal untuk dunia Islam. Martin Luther, sebagaimana banyak pendeta Kristen di Zaman Pertangahan dan awal Eropa modern, percaya bahwa kaum Muslim (yang disebut dengan istilah “Turks”) adalah masyarakat yang dikutuk oleh Tuhan.

Publik mungkin masih ingat, bahwa Paus Urbanus II, ketika memprovokasi terjadinya Perang Salib juga menyatakan, bahwa kaum Muslim adalah monster jahat yang tidak bertuhan. Membunuh makhluk semacam itu merupakan tindakan suci dan kewajiban kaum Kristen.

Di masa lalu, ketakutan terhadap kekuatan Islam memang beralasan, sebab memang hanya peradaban Islam yang mampu menaklukkan Kristen Eropa selama ratusan tahun. Sehingga saat ini banyak di Eropa muncul rasa ketakutan terhadap Islam, atau Islamophobia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here