Banyak Masyarakat Tinggal di Rumah Petak, Isoman Tidak Mungkin Dilakukan

32
Abdul_Mu'ti (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Problem meningkatnya kasus penularan Covid-19 bukan hanya ketersediaan ruang isolasi, tapi juga ketersediaan shelter Isolasi. Hal inilah yang menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti perlu diperhatikan.

Dalam forum Bincang Sudut Pandang: Gotong Royong Atasi Krisis di Radio MQFM 92.3, belum lama ini, dirinya mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang terdampak tidak memiliki fasilitas ideal untuk melakukan isolasi mandiri.

Sebagai contoh, banyak masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang menghuni rumah petak sehingga jika tertular maka tidak mungkin melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Nah inilah yang perlu kita pikirkan, sebab tidak semua warga masyarakat kita memiliki rumah yang layak untuk isolasi,” kata Abdul Mu’ti, dikutip dari situs resmi muhammadiyah.or.id.

Muhammadiyah menurutnya telah melihat kebutuhan ini sejak lama sehingga bergerak cepat. Terhitung, Muhammadiyah telah membuka lima shelter Isolasi di Yogyakarta dengan 177 kamar yang berdaya tampung sebanyak 273 orang.

Di kota-kota lain yang belum memiliki shelter, Abdul Mu’ti mendorong berbagai amal usaha Muhammadiyah untuk mengadopsi cara yang dilakukan di Yogyakarta. Kebutuhan shelter, menurut Mu’ti penting untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak pandemi.

“Muhammadiyah ini kan gerakan yang berbasis komunitas sebelumnya dan alhamdulillah kita dengan segala keterbatasan yang ada bagaimana MCCC ini memberikan tidak hanya pelayanan kesehatan baik yang bersifat medis di rumah sakit dan klinik-klinik yang kita kelola, tapi juga sekarang mulai ke layanan sosial karena masalah Covid ini dari sisi ekonomi tidak bisa kita abaikan tapi yang juga sedikit serius adalah masalah sosialnya. Jadi dampak sosialnya sangat besar dan kita selain bersifat medis ada berupa konsultasi-konsultasi psikologis,” tutup Mu’ti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here