Banu Qainuqa’, Pengkhianatan Pertama Kaum Yahudi terhadap Kaum Muslimin

312
Banu Qainuqa’, Pengkhianatan Pertama Kaum Yahudi terhadap Kaum Muslimin

Muslim Obsession – Dikutip dari Sirah Nabawiyah, Ibnu Ishaq berkata, pada suatu kesempatan Rasulullah Saw. mengumpulkan Banu Qainuqa di Pasar Qainuqa kemudian bersabda, “Wahai kaum Yahudi, takutlah kalian kepada murka Allah yang pernah ditimpakan-Nya kepada kaum Quraisy. Masuklah kalian ke dalam Islam karena sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa aku adalah Nabi yang diutus Allah, sebagaimana kalian dapati di dalam Kitab kalian dan Janji Allah kepada kalian.“

Mereka menjawab, “Wahai Muhammad, apakah engkau mengira kami ini seperti kaummu? Janganlah engkau membanggakan kemenangan terhadap suatu kaum yang tidak mengerti ilmu peperangan. Demi Allah, seandainya kami yang engkau dapati dalam peperangan, niscaya kamu akan mengetahui siapa sebenarnya kami ini!”

Ibnu Hisyam meriwayatkan dari Abdullah bin Ja‘far bin Al-Musawwir bin Makhramah dari Abu Uwaha, seorang wanita Arab datang membawa perhiasannya ke tempat perdagangan Yahudi Bani Qainuqa‘. Ia mendatangi seorang tukang sepuh untuk menyepuhkan perhiasannya. Ia kemudian duduk menunggu sampai tukang sepuh Yahudi itu menyelesaikan pekerjaannya.

Tiba-tiba datanglah beberapa orang Yahudi berkerumun mengelilinginya wanita Arab itu. Secara diam-diam si tukang sepuh itu menyangkutkan ujung pakaiannya yang menutup seluruh tubuhnya pada bagian punggungnya. Ketika wanita itu berdiri terbukalah aurat bagian belakangnya. Orang-orang Yahudi yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. Wanita itu menjerit minta pertolongan.

Mendengar teriakan itu, salah seorang dari kaum Muslimin yang berada di perniagaan itu secara kilat menyerang tukang sepuh Yahudi dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi yang berada di tempat itu kemudian mengeroyoknya hingga orang Muslim itu pun mati terbunuh.

Tindakan orang-orang Yahudi yang membunuh orang Muslim itu menyebabkan kemarahan kaum Muslimin, sehingga terjadilah peperangan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Yahudi Banu Qainuqa‘.

Dengan demikian, mereka adalah kaum Yahudi pertama kali melanggar perjanjian yang diadakan di antara mereka dengan Nabi saw. Insiden ini menurut riwayat Ath-Thabary dan Al-Waqidy, terjadi pada pertengahan bulan Syawal tahun kedua Hijrah.

Kemudian Rasulullah Saw. mengepung mereka selama beberapa hari hingga mereka menyerah dan menerima hukuman yang akan diputuskan oleh Rasulullah Saw. Setelah mereka berada di bawah kekuasaan beliau, datanglah Abdullah bin Ubay lalu berkata, “Hai Muhammad, perlakukanlah para sahabatku itu dengan baik.”

Permintaan Abdullah bin Ubay itu tidak diindahkan oleh Rasulullah Saw. Abdullah bin Ubay mengulangi lagi permintaannya, tetapi beliau berpaling sambil memasukkan tangannya ke dalam baju besinya. Wajah beliau tampak marah, hingga raut wajahnya tampak merah padam.

Beliau mengulangi kembali ucapannya sambil memperlihatkan kemarahannya, “Celaka engkau, tinggalkan aku!” Abdullah bin Ubay menyahut, “Tidak, demi Allah, aku tidak akan melepaskanmu sebelum engkau mau memperlakukan para sahabatku itu dengan baik. Empat ratus orang tanpa perisai dan tiga ratus orang bersenjata lengkap telah membelaku terhadap semua musuhku itu. Apakah hendak engkau habisi nyawanya dalam waktu sehari? Demi Allah, aku betul-betul mengkhawatirkan terjadinya bencana itu!”.

Rasulullah Saw. akhirnya berkata, “Aku serahkan mereka padamu dengan syarat mereka harus keluar meninggalkan Madinah dan tidak boleh hidup berdekatan dengan kota ini.” Orang-orang Yahudi Banu Qainuqa‘ itu kemudian pergi meninggalkan Madinah menuju sebuah pedusunan bernama Adzara‘at di daerah Syam.

Belum berapa lama tinggal di sana, sebagian besar dari mereka mati ditimpa bencana. Abdullah bin Ubay sebagai seorang Muslim yang memiliki hubungan persekutuan dengan orang-orang Yahudi Banu Qainuqa‘, Ubadah bin Shamit pun datang menemui Rasulullah Saw. lalu berkata, “Sesungguhnya aku memberikan loyalitas kepada Allah Swt, Rasul-Nya dan kaum Mukminin dan aku melepaskan diriku dari ikatan persekutuan dengan orang-orang kafir tersebut.”

Sehubungan dengan kedua orang (Abdullah bin Ubay dan Ubadah bin Shamit) Allah menurunkan firman-Nya, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Siapa saja di antara kamu mengambil mereka menjadi pimpinan, sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani) seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” QS Al-Maidah [5]: (51-52). (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here