Bank Indonesia: Pengembangan Ekonomi Syariah Tak Terkait Agama

83

Muslim Obsession – Bank Indonesia mengatakan pengembangan ekonomi syariah sejak 2015 bertujuan untuk mengembangkan perekonomian berdasarkan pendekatan model bisnis yang tidak terkait dengan unsur keagamaan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pengembangan yang Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia sudah menjadi tren global, bahkan di negara dengan penduduk muslim minoritas yang sudah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah dengan pesat.

“China jadi eksportir baju muslim terbesar, kita juga tahu Korea Selatan produsen kosmetika halal terbesar dan juga destinasi utama pariwisata halal demikian juga Jepang. Bahkan tetangga kita, Thailand punya visi jadi dapur halal dunia,” ungkap Perry dalam diskusi virtual, Senin (1/12/2020) dikutip dari Anadolu.

Oleh sebab itu, Perry menekankan Indonesia tidak ingin tertinggal dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk bisa menjadi pemain global pada sektor tersebut.

Perry menambahkan berbagai upaya penguatan langkah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terus dilakukan dengan banyak fokus di sektor perbankan.

Dia mengatakan sejak awal fokus pengembangan pada 2015 hingga saat ini, Indonesia berhasil masuk 10 besar negara pengembang ekonomi dan keuangan syariah berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021.

“Dalam halal food kita nomor 4, fashion nomor 3 setelah Uni Emirate Arab dan Turki,” imbuh Perry.

Namun, menurut Perry Indonesia masih tertinggal pada sektor farmasi dan kosmetik yang masih berada di posisi 6, serta pariwisata halal dan keuangan syariah yang juga masih di posisi 6 dunia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here