Bangunan Madrasah Berdiri, Anak-Anak Pulau Kera Bahagia

130
Bangunan ruang kelas MIN Kupang Fililal Pulau Kera diresmikan, Sabtu (14/8/2021).

Muslim Obsession – Semburat bahagia memancar di wajah-wajah masyarakat Pulau Kera. Bangunan sekolah yang selama ini diidam-idamkan akhirnya berdiri. Harapan anak-anak Pulau Kera untuk mendapatkan ilmu makin bertumbuh.

Sabtu, 14 Agustus 2021 adalah momentum bahagia. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kupang filial Pulau Kera resmi digunakan.

“Alhamdulillah di Pulau Kera sudah berdiri MIN Kupang filial Pulau Kera yang peresmiannya sudah dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 Agustus tahun 2021 oleh Plt. Kanwil Kemenag Propinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) NTT, Ustadzah Ening yang turut mengawal pendidikan di Pulau Kera.

Ustadzah Ening mengatakan, ada 4 ruang kelas MIN Kupang Filial Pulau Kera yang diresmikan untuk digunakan 98 siswa sebagai sarana belajar. Selain itu ada 2 ruang lainnya untuk mess guru yang masih dalam proses pembangunan.

“Selama ini guru-guru yang merupakan para Dai Parmusi yang ditempatkan di sini menumpang di rumah-rumah penduduk setempat,” terang Ustadzah Ening.

BACA JUGA: Puluhan Anak Tak Sekolah, Warga Pulau Kera Bertahun-tahun Terdzalimi

Ustadzah Ening bersyukur, masyarakat saling bahu membahu dalam proses pembangunan MIN tersebut. Bersama masyarakat setempat, sejumlah orang yang peduli terhadap Pendidikan anak-anak Pulau Kera pun turut membantu.

Menurutnya, dana yang digunakan untuk pembangunan madrasah tersebut adalah hasil swadaya masyarakat Muslim Pulau Kera bersama para pendidik agama Islam yang dimotori oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag NTT dan Kepala Kantor Kemenag Kab. Kupang.

“Dana antara lain dihimpun dari guru-guru Agama Islam, bidang Pendais, bidang Bimas Islam dan Urusan Haji dan Pembimbing Zakat dan Wakaf juga masyarakat Muslim Pulau Kera serta donatur lainnya,” ungkap Ustadzah Ening.

Bangunan madrasah di Pulau Kera, NTT, yang masih dalam proses pembangunan.

Dai Parmusi, Peletak Dasar Pendidikan

Pembangunan madrasah di Pulau Kera adalah jalan panjang umat Islam di pulau terpencil NTT tersebut. Jangankan sekolah, bertahun-tahun warga Pulau Kera tidak mendapatkan akses pendidikan. Bahkan warga di sana kesulitan mendapatkan akses untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Secercah harapan muncul ketika Parmusi datang di Pulau Kera pada awal tahun 2018. Saat itu, Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam bersama rombongan menapakkan kaki setelah menempuh perjalanan laut sepanjang 35 mil dari Kota Kupang.

Menyaksikan 70 anak usia taman kanak-kanak dan sekolah dasar bermain-main tak mengenal bangku sekolah, membuat miris rombongan Parmusi. Ditambah kehidupan 411 warga dari 114 Kepala Keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, membuat H. Usamah dan rombongan semakin kencang mengurut dada.

BACA JUGA: Donasi Parmusi untuk Meringankan Beban Masyarakat Pulau Kera

Saat itu, satu-satunya pendidikan informal di Pulau Kera adalah sekolah menghafal Al-Quran (juz ‘amma) bagi anak-anak yang dirintis salah seorang Dai Parmusi, Ustadz Yusril Mahendra. Ia juga yang menjadi pembina spiritual warga melalui pengajian rutin di masjid.

Atas arahan H. Usamah Hisyam, LDP NTT yang telah memulai sekolah dasar sejak tahun 2017 lalu, kemudian menempatkan 3 orang Dai Parmusi untuk menjadi guru pengajar kelas. Ketiga dai tersebut mendapatkan honor tetap perbulan. Begitupun untuk sarana belajar anak-anak, Parmusi memberikan alat-alat tulis dan tempat seadanya.

“Karena Pulau ini baru saja kami canangkan bersama warga sebagai Desa Madani binaan Parmusi, maka Insya Allah, Parmusi akan mengirimkan dua guru ke sini, yakni guru bahasa dan pengetahuan umum serta guru matematika. Kasihan anak-anak, sudah terzhalimi bertahun-tahun,” kata Usamah kepada warga, saat itu.

Usamah menegaskan, siswa-siswi yang akan mengikuti pendidikan di Pulau Kera nantinya akan dikutsertakan dalam ujian Paket C pada Madrasah Hidayatullah di Kota Kupang.

Dan saat ini, perjuangan Parmusi merintis gerakan pendidikan di Pulau Kera mulai menampakkan hasilnya.

BACA JUGA: Save Help Pulau Kera, Bentengi Akidah Warga

“Untuk itu selaku Ketua LDP, saya menghaturkan limpahan terima kasih yang tak terhingga atas jerih payah PP Parmusi meletakkan dasar pendidikan di Pulau Kera. Semoga jerih payah Ketum Parmusi Bapak Usamah Hisyam serta jajaran Pengurus Pusat Parmusi. Semoga Allah catat sebagai amal jariyah yang mutaqabbalan. Aamiin,” tutur Ustadzah Ening.

Ustadzah Ening berharap, Pulau Kera yang sudah ditetapkan sebagai Desa Madani Parmusi, mendapatkan perhatian lebih khusus untuk meningkatkan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga Muslim, termasuk kesejahteraan guru-guru yang merupakan para Dai Parmusi.

“Seperti halnya Ketum pernah memberikan dua perahu kepada warga Pulau Kera, saya berharap bantuan tersebut terus dimonitor, tidak hanya agar bisa menghidupi para nelayan yang diberikan perahu saja, tapi keuntungannya juga harus bisa dirasakan warga lainnya,” urainya.

“Dan untuk kelanjutan pendidikan anak-anak Pulau Kera, semoga Parmusi bisa menjembatani anak-anak untuk bisa lanjut di pondok-pondok pesantren atau sekolah milik kader Parmusi dengan harapan mereka menjadi kader militan yang bisa berjihad di NTT,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here