Bangun dari Koma, Anak 4 Tahun Korban Teror Menderita Kerusakan Otak

125
Alen (4) Korban Teroris di Selandia Baru (Foto: About Islam)

Selandia Baru, Muslim Obsession – Seorang anak perempuan berusia empat tahun yang ditembak dalam serangan teror Christchurch terbangun dari koma.

Kabar ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan. Namun nahas, anak malang itu tidak dapat melihat siapa pun atau mengenali orangtuanya.

“Putriku (bernama) Alen bangun lima hari yang lalu, dan dia memiliki banyak operasi,” kata ayahnya Waseeim Daraghmih dalam sebuah video yang diunggah ke Facebook, menambahkan bahwa ada setidaknya delapan operasi.

“Dia mengalami kerusakan otak saat ini, dan dokter telah memberi tahu kami bahwa mereka perlu empat hingga enam bulan untuk mengetahui seberapa buruk kerusakannya,” imbuhnya seperti dilansir About Islam, Senin (15/4/2019).

Alen Daraghmih menderita kerusakan otak setelah dia dan ayahnya ditembak di masjid Al Noor pada 15 Maret 2019 lalu.

Alen bangun, tapi dia tidak mengenali kita, dan dia juga tidak bisa melihat maupun mendengar kita sama sekali,” kata sang ayah yang juga mengalami luka akibat serangan teror.

Sebuah foto dari Rumah Sakit Starship Auckland pun menyebar di media sosial. Pada foto itu nampak Alen yang sudah sadar dari koma dan dikelilingi oleh keluarga.

Cedera kritisnya termasuk kerusakan otak masih diteliti oleh dokter selama kurang lebih enam bulan ke depan.

Orang-orang kemudian berbondong untuk membantu Alen dengan membuat situs donasi Givealittle, yang dikhususkan untuk membantu keluarga Alen, yang masih terbaring di rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here