Bangkitkan Ekonomi Umat, Parmusi Kembangkan KUUM

846
Usamah Hisyam saat workshop PBC
Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam (ketiga dari kiri) dan Ketua Lembaga Dakwah Parmusi KH. Syuhada Bahri (paling kiri) bersama peserta workshop Parmusi Business Center di Gedung PKK Melati Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Jakarta, Muslim Obsession – Workshop Parmusi Bisnis Center yang berakhir Kamis (18/10) siang memutuskan untuk mengembangkan Kelompok Usaha Umat Madani (KUUM). Singkatan KUUM atau Quum dalam bahasa Arab berarti ‘bangkit’.

“KUUM ini harus segera digulirkan untuk menandai upaya kebangkitan ekonomi umat di tingkat akar rumput yang akan digerakkan oleh para dai Parmusi di seluruh pelosok tanah air,” ujar Ketua Umum Parmusi H. Usamah Hisyam, saat sambutan penutupan Workshop Parmusi Business Center (PBC) di Gedung PKK Melati Jaya, Kebagusan Raya, Jakarta Selatan.

Workshop tersebut juga menetapkan pengusaha travel umroh dan haji Dena Tour Sheikh Mashoor sebagai Ketua PBC menggantikan pengusaha perkebunan apel Aunur Rofiq yang diangkat menjadi Ketua Penasehat PBC. Selain itu, pengusaha perkebunan kelapa kopyor Mochammad Sa’adun diangkat sebagai Sekretaris PBC.

Menurut Usamah, para dai Parmusi harus mampu melaksanakan manhaj dakwah Desa Madani, yang telah diputuskan sebagai metode dakwah Parmusi secara nasional dalam Mukernas IV di arena Jambore Nasional 5000 Dai Parmusi di Gunung Gede Pangrango, Cianjur Jawa Barat, 24-17 September 2018 lalu.

Dalam manhaj dakwah Desa Madani, terdapat empat pilar yang harus dibangun di lingkungan warga desa, yakni peningkatan iman dan takwa, membangun kemandirian ekonomi, pemberdayaan sosial dan aksi kemanusiaaan, serta peningkatan pendidikan informal.

“Tugas dakwah dai Parmusi zaman now, tak boleh hanya ceramah agama, tetapi para dai harus juga mampu membangun spirit warga desa untuk bersama-sama memajukan perekonomian desa, yang akan disupervisi pendampingan oleh tim PBC wilayah dan pusat,” jelas Usamah.

Oleh sebab itu, lanjut Usamah, langkah awal yang hendak dilakukan dalam KUUM adalah memperkuat kemandirian ekonomi para dai Parmusi. Para dai Parmusi diupayakan untuk memiliki sumber ekonomi yang stabil, sehingga dapat fokus berdakwah.

“Silakan para dai mengembangkan program usaha SKSP (Satu Kader Satu Produk), Parmusi akan mengupayakan akses pembiayaan murah dari perbankan syariah,” kata Usamah.

Kapan program tersebut akan digulirkan? Menurut pengusaha pelayanan jasa media, riset, survei, dan marketing komunikasi ini, Parmusi tinggal menanti rumusan formula Perjanjian Kerjasama Pembiayaan busssiness to bussiness dengan BNI Syariah. “Kami berharap akhir Oktober ini sudah diteken,” tandas Usamah, sebagai tindaklanjut MOU yang sudah disepakati kedua belah pihak dalam Jambore Nasional lalu.

“Jadi, sambil menunggu perjanjian kerja sama diteken, para dai Parmusi silakan mulai mempersiapkan usahanya secara sungguh-sungguh, sebelum menggarap Desa Madani,” imbuhnya.

Setelah memperkuat kemandirian ekonomi para dai, Parmusi baru akan menggerakkan kemandirian ekonomi warga desa untuk menuju Desa Madani. Sebelumnya, para dai diwajibkan meningkatkan kehidupan keimanan dan ketakwaan warga desa sesuai standard yang telah ditetapkan oleh Lembaga Dakwah Parmusi.

“Insya Allah, tahun 2024 Parmusi sudah dapat berkontribusi kepada bangsa dan negara dalam mewujudkan masyarakat Indonesia Madani,” tandas Usamah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here