Bang Soplo, Driver Ojek Online Ini Biayai 126 Santri

1736
Bang Soplo
Endang Irawan alias Bang Soplo.

Muslim Obsession – Endang Irawan atau yang banyak dikenal dengan sebutan Bang Soplo, membiayai kebutuhan  126 santri Pondok Pesantren  (Ponpes) Nurul Iman. Sehari-hari, Endang bekerja sebagai driver (pengemudi) ojek online di Bogor.

Bang Soplo, tidak berharap disebut sebagai ustadz. Ia hanya senang dikenal sebagai pengemudi ojek online biasa.

“Saya tidak perlu dikenal sebagai  Ustadz, saya Driver ojek yang bisa cari nafkah buat rame-rame,” ungkapnya di salah satu TV Swasta Nasional, Senin (8/1/2017).

Seperti dilansir laman resmi Kemenag, Pondok Pesantren Nurul Iman terletak di Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor. Ponpes ini berkonsentrasi  pada program Tahfiz Al-Quran bagi anak yatim dan kurang mampu. Rata-rata santrinya berusia antara 12 sampai 24 tahun.

Kementerian Agama mengapresiasi jerih payah Bang Soplo.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat terkait pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Walaupun ada program bantuan untuk pondok pesantren, seperti beasiswa tahfizh, bantuan asrama dan bantuan ruang kelas, tetapi karena pesantren di Indonesia sangat banyak, lebih kurang 38 ribu pondok, kami tidak bisa membantu  pendanaan  sepenuhnya. Beruntung jika banyak yang peduli seperti pak Endang ini,” ujar Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin.

“Salah satu program unggulan Kementerian Agama adalah beasiswa tahfizh bagi 10 ribu anak Indonesia yang ingin menjadi penghafal Alquran. Program ini untuk jangka waktu 5 tahun. Jadi setiap tahunnya, kita berikan kepada dua ribu santri,” sambungnya.

Jika Ponpes Nurul Iman memenuhi syarat dan kriteria, terutama masalah legalitas, Kamaruddin menegaskan kalau itu akan memudahkannya  untuk menerima bantuan. “Saya sudah berikan kartu nama saya kepada Pak Endang, nanti bisa hubungi saya secara personal,” tuturnya.

Endang mengaku senang dapat bersilaturahimi dengan pihak Kementerian Agama. Dia berharap akan ada solusi terhadap kebutuhan Pondok  Pesantren yang diasuhnya. Apalagi, Nurul Iman sudah tercatat di Kemenag.

Viral di media sosial, sosok Endang yang dikenal tegas, disiplin, dan dermawan. Dia sering memberikan uang saku kepada para santrinya dari hasil menjadi ojek online.

“Uang hasil ojek online itu saya sisihkan. Sebagian buat keluarga dan kebutuhan saya pribadi, sebagian lagi buat para santri di Pondok,” ujar Endang.

Endang mengaku sudah lama ikut mengupayakan pendanaan pondok, sejak dilibatkan sebagai pengasuh pondok. Sebelum bergabung di ojek online, ia bekerja sebagai mekanik elektrik  di luar Pulau Jawa dan itu cukup menyulitkannya mengawasi dan mengontrol anak didiknya. Sekarang setelah bergabung di ojek online, ia lebih leluasa dan bisa maksimal mengasuh pondoknya.

Zulfa, salah satu  santri yang sudah belajar sejak tahun 2013 menyampaikan masih banyak kebutuhan pondok dan santri yang belum terpenuhi. Meski demikian, dengan segala keterbatasan fasilitas, hal itu tidak mengurangi semangatnya dan  para santri untuk menghafalkan Al-Quran. Beberapa santri bahkan sudah mengukir prestasi di tingkat Kabupaten dan Kota Bogor.

Ia pun rela hidup dan makan apa adanya agar pesantren dan para santrinya bisa terus berkembang.

Ke depannya, Endang berharap pesantrennya ini dapat menjadi tempat bagi para anak yatim piatu dari kalangan mitra Gojek untuk menuntut ilmu secara gratis hingga menjadi penghafal Alquran yang saleh dan senantiasa mendoakan orangtuanya.

Yang lebih menyentuh hati, Bang Soplo mengungkapkan alasannya berpartisipasi menyisihkan uangnya untuk kebutuhan Ponpes.

“Manusia pasti berpikir bagaimana bisa bermanfaat bagi orang banyak. Demi kemaslahatan hidup dengan saling membantu, itu semua timbul dari hati,” ungkapnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here