Bandara San Francisco Larang Penggunaan Botol Plastik

288
Botol Air Plastik (Foto: AFP)

San Fransisco, Muslim Obsession – Larangan penjualan botol air plastik mulai berlaku di Bandara Internasional San Francisco di California sejak Selasa (20/8/2019). Kebijakan ini sejalan dengan upaya kota untuk mengurangi plastik sekali pakai yang sering diidentifikasi sebagai kontributor perubahan iklim.

Maka dari itu, wisatawan tidak akan lagi dapat membeli botol air yang lebih kecil dari 1 liter dari toko-toko bandara, mesin penjual otomatis atau restoran. Sebaliknya, mereka didorong untuk membawa botol mereka sendiri atau membeli wadah gelas atau aluminium di toko-toko bandara.

“Rata-rata 9.000 botol air dibeli di #SFO setiap hari, dan kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi dampak itu,” keterangan bandara melalui Twitter, dikutip dari Daily Sabah, Kamis (22/8/2019).

Bandara tersebut berharap menjadi bandara bebas limbah pertama pada 2021. “Kami telah melihat kebijakan dan program yang akan mendukung tujuan itu selama beberapa tahun sekarang,” kata Doug Yakel, juru bicara Bandara San Francisco kepada Thomson Reuters Foundation.

Ketika konsumen semakin terdidik tentang bahan bakar fosil yang digunakan untuk memproduksi plastik dan kontribusinya terhadap perubahan iklim, perusahaan swasta dan pemerintah daerah telah mulai mengadopsi inisiatif limbah plastik.

Jutaan ton plastik berakhir di tempat pembuangan sampah dan lautan setiap tahun, di mana bisa memakan waktu hingga 1000 tahun untuk rusak.

San Francisco, di pantai California tengah, telah menjadi pemimpin di Amerika Serikat dalam upaya pengurangan limbah plastik seperti menghapus secara bertahap penjualan botol plastik di lahan milik pribadi atau sewaan kota dan melarang pembelian air botolan dengan dana kota.

Bandara yang menghasilkan sekitar 28 juta pound limbah per tahun itu, pada awalnya dibebaskan dari larangan itu. Awal tahun ini diperlukan wadah untuk dibawa menjadi kompos, dan banyak kota melarang sedotan minum plastik.

Vendor diizinkan menjual air botol dalam persediaan dan telah diberikan informasi tentang 25 alternatif botol kaleng dan botol kaca. Yakel mengatakan harapannya adalah agar pasar pengemasan air yang berkelanjutan terus tumbuh, dan bahwa para produsen wadah jus dan soda, yang tidak termasuk dalam larangan tersebut bisa mulai berinovasi. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here