Balasan (Nikmat) Orang yang Berpuasa

56

Oleh: Ustadz H. Abdul Ghoni Djumhari (Wakil Lembaga Dakwah Parmusi Pusat)

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُ بِهِمَا فَرْحَةٌ عِنْدَ إفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ}

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan. Ia berbahagia ketika berbukanya dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.”

Hadits ini sama dengan hadits sebelumnya yang merupakan penggalan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah. Hanya saja, Imam As-Suyuthi menyebutkannya dengan riwayat bilmakna.

BACA JUGA:

Ar-Rayyan Pintu Surga Bagi Orang-Orang yang Berpuasa

Ramadhan, Bulan Al-Quran dan Sedekah

Doa Orang yang Berpuasa Tidak Tertolak

Pelajaran yang terdapat didalam hadits:

1- Bahwa maksud kebahagiaan orang yang berpuasa saat berbuka adalah dengan hilangnya rasa lapar dan dahaga ketika diperbolehkan baginya berbuka.

2- Dikatakan pula bahwa kebahagiaannya saat berbuka adalah ia telah menyempurnakan puasanya, menyelesaikan ibadahnya, diringankan (untuk beribadah) dari Tuhannya, dan mendapatkan pertolongan untuk puasa yang akan datang.

3- Sementara itu, maksud dari kebahagiaan saat bertemu Tuhannya adalah ketika di hari Kiamat kelak, yakni dengan memperoleh balasan (nikmat) dan pahala atau dengan melihat wajah Tuhannya.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran: Yakni besok di akhirat orang mukmin yang berpuasa melihat Tuhannya dengan terang-terangan.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَة

“Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat,” (QS. Al-Qiyamah: 22-23).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here