Bakomubin Bentuk Konsorsium Pembangunan 100 RS Islam

386

Jakarta, Muslim Obsession – Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) akan segera membangun 100 Rumah Saklt Islam se-lndonesia. Program tersebut, menurut Ketua Umum Bakomubin, Prof. Dr. KH. Deddy Ismatullah. SH. MH merupakan bentuk pelayanan Bakomubin kepada umat. Untuk itu, Bakomubin dan PT An-Nisa Utama yang sudah berpengalaman mengelola RS An-Nisa Group, membentuk konsorsium agar gagasan besar ini dapat terwujud.

“Mendirikan 100 RS Islam di Indonesia ini kan rasanya hampir mustahil kalau dilakukan sendirian. Karenanya kami bermaksud membentuk konsorsium dengan mengundang pihak-pihak yang peduli terhadap pelayanan umat untuk bergabung,” kata Prof Deddy dalam konferesi pers di DPP Bakomubin di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (2/6/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, RS Islam harus dapat ikut berperan pada Program laminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945. Dengan begitu RS Islam menjadi solusi dari permasalahan mahalnya biaya kesehatan yang kerap kali terjadi di Indonesia.

“Jadi RS Islam ini nantinya juga akan memprioritaskan kaum dhuafa. Kami ingin mengubah citra yang selama ini ada bahwa RS Islam itu mahal. Semoga kami dapat menghadirkan RS Islam yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, penanggung jawab program konsorslum pembangunan 100 RS Islam seIndonesia, dr Arif Nasution mengatakan seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang baik yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Penyelenggan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan).

Namun Seiak berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 1 Januari 2014 terjadi banya masalah di lapangan. Salah satu yang krusial, rumah sakit yang berkerjasama dengan BPIS, terjadi banyak perubahan, terutama dalam sistem pembayaran pelayanan dari fee for service menjadi package payment.

“Hal tersebut menimbulkan tantangan baru dalam manajemen rumah sakit, karena belum semua rumah sakit siap dengan perubahan yang terjadi. Akhirnya banyak rumah sakit mengelami rugi akibat melayani peserta JKN,” ungkap dr Arif.

Dia menambahkan, salah satu alasan Bakomubin menggandeng RS An-Nisa Group karena pengalaman melayani peserta JKN sejak 1 Januari 2014. Lewat kebehasilan Rumah sakit An-Nisa Tangerang melayani peserta JKN, kini rumah sakit itu menjadi percontohan untuk pengelolaan RS Tipe C.

‘’Keberhasilan tersebut membuat lebih dari 350 rumah sakit se-lndonesia datang untuk studi banding mempelajari pengelolaan pelayanan JKN,” ungkap dr Arif.

Melalui konsorsium yang dibentuk, dia berharap ada transfer ilmu pengetahuan kepada 100 RS Islam yang akan dibangun, bagaimana caranya pengelolaan rumah sakit Islam. Sehingga sebagai lembaga dakwah, Bakomubin dapat memberikan manfaat lebih banyak bagi umat, terutama dalam pelayanan kesehatan. (Fath/Forjim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here