Bahas Persoalan Bangsa, Pimpinan NU dan Muhammadiyah Gelar Pertemuan

638

Jakarta, Muslim Obsession – Dua ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bertemu guna membahas sejumlah persoalan mengenai bangsa Indonesia saat ini.

Pertemuan terjadi saat pengurus Muhammadiyah bersilaturahim menyambangi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, (23/3/2018).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj mengatakan, ada tiga poin yang menjadi tujuan pertemuan itu.

Pertama, NU dan Muhammadiyah sepakat untuk terus menyerukan saling tolong menolong lewat sedekah dan derma. Kedua, menegakkan kebaikan. Ketiga untuk mengupayakan rekonsilisasi atau perdamaian kemanusiaan.

Said Aqil menambahkan, NU dan Muhammadiyah juga meminta pemerintah untuk bersungguh-sungguh mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Selain itu juga mendesak pemerintah untuk melakukan upaya-upaya terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik.

Kepada warga NU dan Muhammadiyah, Said mengimbau untuk membangun iklim kondusif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh warga NU dan Muhammadiyah agar bersama-sama membangun iklim yang kondusif, suasana yang kondusif dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagamaan di tengah era sosial media yang membutuhkan kehatian-hatian yang lebih,” kata Said Aqil, usai pertemuan.

Imbauan ini, kata dia, sangat penting jika mengingat banyaknya berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, memasuki tahun politik, Muhammadiyah dan NU menyerukan masyarakat agar menjaga keutuhan, tidak saling serang meski berbeda pilihan.

“Perbedaan seharusnya dijadikan sebagai rahmat yang menopang harmoni beranekaragam. Sebab, demokrasi tak sekadar membutuhkan kerelaan hati, terima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran, tapi demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan cinta kasih antar sesama. Perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan,” tandas Haedar. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here