Bagaimana Hukum Mengonsumsi Susu Kefir?

140
Susu Kefir (Foto: Tokopedia)

Jakarta, Muslim Obsession – Susu kefir konon memiliki banyak khasiat kesehatan. Namun, karena diolah melalui proses fermentasi, susu kefir diisukan memiliki kandungan alkohol yang tinggi.

Lalu sebagai Muslim, bagaimana sebenarnya hukum mengkonsumsi susu kefir? Apakah benar kata kefir berasal dari kata kafir?

Menurut Dr.K.H. Maulana Hasanuddin, M.A. (Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat) dan Dr.K.H. Abdul Halim Sholeh, M.A. (Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat) seperti dilansir Halal MUI, Senin (23/9/2019) pertama-tama, perlu dijelaskan pada dasarnya susu dari hewan yang halal itu suci dan halal.

Maka harus ditelaah bahan baku dari produk tersebut. Kalau berasal dari bahan susu alami, dan dari susu hewan yang halal, maka produk susu kefir itu juga halal untuk dikonsumsi.

Tapi kalau mengalami pengolahan atau pemrosesan, ada campuran bahan tambahan, maka tentu harus dikaji terlebih dahulu bahan campuran yang digunakan. Kalau bahan tambahan dan alat-alat pemrosesannya suci dan halal, maka susu olahan itu juga suci dan halal.

Demikian pula pemrosesannya. Apakah bahan campuran itu suci, atau mengandung najis, juga apakah bahan campuran tersebut halal atau haram. Kalau campurannya mengandung khamar, misalnya, maka tentu haram. Untuk penelitian itu, tentu harus dilakukan oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang ini, dan oleh lembaga yang memiliki otoritas.

Dalam konteks kita di Indonesia adalah LPPOM MUI dengan proses audit. Lalu ditetapkan fatwanya oleh Komisi Fatwa MUI. Dalam proses sertifikasi halal itu, bila diperlukan, dapat pula dilakukan penelitian laboratorium. Sehingga semua kandungan bahan tersebut dapat diketahui secara detail dan akurat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here