Bagaimana Bersaksi kepada Allah Padahal Kita Tidak Melihat-Nya?

981

Jakarta, Muslim Obsession – Seorang jamaah Buya Yahya menanyakan tentang persoalan aqidah. Yakni, bagaimana seseorang bisa bersaksi kepada Allah, sedangkan ia tak melihat dan mendengar?

Menurut Buya, untuk mempercayai sesuatu tidak harus melihat dan mendengar (barangkali maksud pertanyaan tersebut adalah bukti yang bisa ditangkap oleh panca indra). “Bahkan hanya orang gila yang bisa percaya kepada yang bisa ditangkap oleh panca indra,” tegas Buya seperti dikutip dari buyayahya.org, Selasa (1/10/2019).

Selanjutnya, Buya memberikan gambaran sebagai berikut:

Ada 3 dokter yang anda kenal baik dan jujur dalam tutur katanya. Suatu ketika datang ke kampus anda membicarakan beberapa hal yang ada sangkut pautnya dengan medis. Kemudian 3 dokter tersebut mengeluarkan sebotol air putih yang kebetulan anda sangat merasa kehausan. Lalu sang dokter meminta anda untuk membuangnya sambil berkata: “Tolong air keras ini dibuang dan jangan diminum sebab kalau di minum orang tersebut akan hancur tenggorokan dan ususnya dan langsung mati.” Anda yang mendengar omongan dokter tersebut langsung mempercayai kemudian langsung anda buang, atau anda berkata: “Tidak dokter, saya tidak percaya dengan omongan anda. Karena aku belum melihat langsung buktinya, dan kebetulan saya haus biar saya minum saja.”

“Coba renungi dengan cermat! Semua orang berakal akan paham. Jika Anda membuangnya berarti akal Anda sehat. Akan tetapi kalau Anda justru meminumnya hanya karena mata Anda belum melihat bukti ada orang terkapar mati setelah meminum air keras tersebut, maka semua orang akan berkata bahwa Anda telah gila,” kata Buya.

Selain contoh di atas, sambungnya, masih banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa orang bisa mempercayai sesuatu sekalipun tidak melihatnya atau tidak merasakan dengan panca indranya.

“Anda pikir! Dengan indra apa saat anda merasakan lapar dan kerinduan?” tegasnya.

Buya menjelaskan, hal ini adalah pendekatan pemahaman tentang iman kepada Allah SWT. Bahwa setiap orang yang beriman sungguh bisa mengimani keberadaan Allah SWT dengan cipta-karya Allah SWT yang bertebaran di jagat raya.

“Mari kita simak kalimat sederhana orang badui namun penuh makna: ‘jika ada bekas tapak kaki manusia di jalan, itu artinya tadi ada orang yang melewatinya. Jika ada kotoran unta tentu keluar dari perut unta, biar pun aku tidak melihat orang tersebut dan tidak melihat unta tersebut,” pungkas Buya. (Way)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here