Bacalah Al-Quran, Maka Waktumu Akan Bertambah

204
Menghafal Al-Quran (Foto: Edwin B / Muslim Obsession)

Muslim Obsession – Betapa banyak Muslim yang tidak sempat membaca Al-Quran. Hari-harinya sibuk dengan dunia. Padahal, kelak ketika kita sudah meninggal dunia, Al-Quran akan menjadi penolong bagi siapa yang membacanya.

Ada tulisan menarik bahwa membaca Al-Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu.

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al-Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al-Quran.

Tapi, tahukah kamu bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al-Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Apa itu keberkahan?

Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat. Selain itu, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.

Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al-Quran

Pernahkah anda mendengar tentang orang yang sibuk dan stress? Atau orang yang utangnya tidak lunas-lunas, berutang terus tidak terputus dengan segala jenis riba (Kartu Kredit dan sebagainya) Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya di mana target dan tugasnya tidak selesai-selesai? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas dan amal shalih?

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dumia yang ada di pikirannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya: Kebingungan yang tiada putusnya, kesibukan yang tidak ada ujungnya, kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan keinginan yang tidak tercapai.” (HR. Ath Thabrani)

Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.

Tahukah kamu bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.

Mengapa mereka bisa? Jawabnya: Karena waktu mereka penuh berkah.

Dari mana keberkahan itu? Jawabnya: Dari membaca Al-Quran.

Perhatikan kisah berikut:

Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntut ilmu:

“Perbanyaklah membaca Al-Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca.”

Al Dhiya mengatakan, “Lalu aku renungi hal itu dan aku praktikkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya.”

Jadi, jelaslah bahwa membaca Al-Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.

Jangan kamu membaca Al-Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al-Quran.

Wallahu A’lam bish Shawab…

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here