Ayda Gezgin, Bocah 3 Tahun yang Bertahan 91 Jam dalam Puing Gempa

48

Turki, Muslim Obsession – Seorang balita berusia tiga tahun dikeluarkan dari reruntuhan dalam kondisi selamat pada Selasa beberapa hari setelah gempa berkekuatan 6,6 SR melanda wilayah Aegea Turki.

Ayda Gezgin selamat dari reruntuhan bangunan apartemen di distrik Bayrakli provinsi Izmir 91 jam setelah bencana gempa.

Ayda, korban ke-107 yang berhasil diselamatkan, sudah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Korban mungil itu nampak sadar dan melihat sekelilingnya saat dibawa ke Rumah Sakit Universitas Ege.

Berbicara pada konferensi pers, Menteri Lingkungan Hidup dan Urbanisasi Murat Kurum mengatakan kesehatan Ayda stabil dan baik.

Wakil Menteri Kesehatan Muhammet Guven mengatakan kepada wartawan bahwa Ayda tetap sadar, sehat dan dapat merespons.

Guven juga menegaskan bahwa Ayda tidak menunjukkan masalah pada organ-organ vitalnya.

Dia menambahkan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan di empat gedung terus berlanjut sementara proses evakuasi di 13 gedung telah diselesaikan di kota terbesar ketiga di Turki itu.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga mengungkapkan kebahagiaannya atas penyelamatan Ayda dan membagikan fotonya yang di rumah sakit.

“Ayda, ini mukjizat … Alhamdulillah dia telah memberi kami harapan baru dengan mata tersenyum setelah 91 jam. Cepat sembuh, Nak,” kata dia di Twitter.

Mehmet Gulluoglu, kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), juga mengungkapkan kebahagiaan atas penyelamatan gadis kecil itu.

Gempa memisahkan ibu dan balitanya

Fidan Gezgin, ibu dari Ayda yang dipanggilnya saat dikeluarkan dari puing-puing, meninggal dunia akibat gempa.

Berbicara kepada wartawan setelah penyelamatan Ayda, anggota tim penyelamat Nusret Aksoy mengatakan dia melihat balita mungil itu menggerakkan tangannya dari reruntuhan.

“Saya melihatnya di dalam puing-puing. Dia melambai kepada saya. Awalnya saya mendengar teriakannya, kemudian saya memanggil rekan-rekan saya. Saya menanyakan namanya dan dia berkata, ‘Nama saya Ayda, saya baik-baik saja’,” imbuh Aksoy.

“Saya kemudian memintanya untuk melambaikan tangannya jika dia baik-baik saja, dan dia melakukannya,” lanjut dia.

Semih Tufan, tenaga medis dari Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE), mengatakan kepada wartawan bahwa ketika melihat tim penyelamat, gadis kecil yang mengalami dehidrasi meminta air dan ayran, minuman yogurt tradisional.

“Dia meminta minuman ini dua atau tiga kali,” ujar itu.

“Dia ketakutan di dalam puing-puing tetapi tidak membiarkan anggota senior AFAD kami pergi. Tidak pernah menangis,” sebut Tufan.

Di sisi lain, Helim Sari, 62 tahun, yang keluar dari puing 26 jam setelah gempa, tewas di rumah sakit.

Turki berada dalam salah satu zona lempeng seismik paling aktif di dunia, dan pernah mengalami gempa bumi dahsyat 7,4 SR di Marmara pada 1999.

Korban tewas akibat gempa besar minggu lalu di wilayah Aegea Turki sekarang mencapai 110, menurut informasi terbaru dari Erdogan.

AFAD mengatakan 144 korban masih dalam perawatan, sementara lebih dari 880 lainnya telah keluar dari rumah sakit.

Sebanyak 1.475 gempa susulan – 44 di antaranya dengan kekuatan lebih dari 4 SR – tercatat sejak gempa Jumat lalu.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here