Awali Safari Dakwah, Usamah Hisyam Buka TOT Dai Parmusi se-NTT

772

Kupang, MuslimObsession.com – Ketua Umum PP Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), H. Usamah Hisyam, resmi membuka Safari Dakwah Parmusi, Sabtu (25/11/2017). Safari Dakwah Parmusi dimulai dengan kegiatan Traning of Trainer (TOT) untuk para dai dan pembina di Masjid Raya, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan berlangsung 25-26 November 2017.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Lembaga Dewan Dakwah PP Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, Sekretaris LDP Ustadz Taufik Hidayat, Ustadz Bukhari Muslim, Ketua PW Parmusi NTT Abu Lamahoda, Sekretaris PW Parmusi NTT Alias Bebe, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad, Perwakilan Pengurus NU NTT Ali Mahfudz, dan Ketua Yayasan Masjid Raya Kupang Muhammad Djafar.

Usamah mengatakan, sejak 2015 lalu Parmusi sudah mengubah paradigmanya dari gerakan politik menjadi gerakan dakwah. Karena itu, di masa kepemimpinannya, Parmusi gencar melakukan gerakan dakwah melalui para dai Parmusi yang sudah disiapkan di daerah perbatasan dan pelosok-pelosok negeri.

“Hasil muktamar terakhir melahirkan evaluasi bersama atas paradigma lama. Jika dulu paradigma Parmusi lebih condong ke arah politik, kini berubah menjadi paradigma dakwah. Kita ingin fokus menjalin ukhuwah Islamiyah karena sesama Muslim bersaudara. Dan dakwah adalah bagian terpenting dari kemajuan Islam,” ujar Usamah di hadapan ratusan peserta TOT.

Usamah menjelaskan, penyebaran para dai terus dimasifkan di berbagai daerah, termasuk NTT yang secara khusus mendapat perhatian besar dari Parmusi.

Berdakwah di NTT, tegas Usamah, memiliki tantangan cukup besar karena mayoritas masyarakatnya adalah nonmuslim. Apalagi rasio para dai juga masih sangat jomplang, sehingga wajar jika NTT mendapat perhatian dari pengurus pusat.

“Menurut saya dakwah sesungguhnya itu ada di NTT, bukan di Jakarta. Di sana sudah banyak dai. Sementara dakwah di sini tantangannya cukup besar. Baik secara teritorial maupun diliat dari kondisi kultur masyarakatnya. Dan saya tahu kalian datang ke sini dengan perjuangan besar,” ujar Usamah.

Sementara itu Ustadz Abu Lamahoda menyampaikan terima kasihnya kepada Usamah dan jajaran pengurus PP Parmusi yang sudah memberikan perhatian kepada para dai di NTT untuk melakukan safari dakwah yang dimulai dengan kegiatan TOT.

“Sejak 2015 lalu saat terpilihnya Bapak Usamah, beliau senantiasa memberikan perhatian yang besar kepada pengurus Parmusi di daerah, seperti di NTT. Khususnya dalam pembinaan umat dan pemberdayaan para dai. Dan tahun 2016 kita sudah kirim 20 dai di Kabupaten Malaka,” tuturnya.

Ustadz Abu mengaku senang kali ini Usamah bisa kembali ke NTT untuk melihat langsung sejauh mana perkembangan dakwah di wilayah Indonesia Timur ini. Ia berharap kegiatan safari dakwah dan TOT ini bisa mendorong peningkatan kualitas para dai dalam menyebarkan syiar Islam, terutama di daerah terpencil.

“TOT ini adalah program setiap tahun yang diikuti oleh seluruh dai di NTT. Tujuannya untuk memberikan pendalaman mengenai strategi dakwah yang sesuai dan mudah dipahami masyarakat. Dengan begitu harapannya kualitas keilmuan mereka naik, dan bisa diterapkan ketika mereka kembali nanti,” jelasnya.

Muhammad Laka, salah satu dai Parmusi dari wilayah Alor mengakui TOT menjadi bukti adanya perhatian besar Parmusi pusat kepada Parmusi di NTT. Ia sendiri merasakan banyak manfaat dengan mengikuti kegiatan tersebut.

“TOT ini sangat bermanfaat bagi kami, karena di sini kita selain bisa silaturahmi, kita juga bisa saling berbagi, tukar pikiran antar sesama dai tentang kondisi dakwah di lapangan. Dari situ nanti kita bisa menemukan masalah dan mencari strategi jalan keluarnya,” tuturnya.

Menurutnya, dai di pelosok tantangannya memang cukup besar. Misalnya di daerah tempat ia tinggal, secara geografis wilayah NTT sebagai besar adalah kepulauan, sehingga mobilitas dakwah di sini harus melalui perjuangan besar, karena harus menyebrangi lautan dengan akses jalan yang sukup sulit.

“Untuk itu harapan saya ke depan Parmusi bisa menambah lagi jumlah dai di daerah pedalaman NTT,” tandasnya.

Safari Dakwah Parmusi dilaksanakan dengan mengunjungi beberapa wilayah di NTT, yaitu di daerah Atambua perbatasan NTT dengan Timor Leste, lalu Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu, Kota Kupang, dan Rote Ndao. Di sana Usamah bersama rombongan akan mengunjungi desa-desa terpencil, sembari melakukan bakti sosial. Safari dakwah ini akan berlangsung 25-30 November 2017. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here