Awal Ramadhan Serentak, Menag: Ini Anugerah dari Allah

153
Menag
Menag RI, Lukman Hakim Saifuddin. (Photo: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Keputusan itu diambil berdasarkan sidang isbat di kantor Kementerian Agama malam ini, Selasa (15/5/2018).

Ketetapan ini juga sesuai dengan keputusan Muhammadiyah yang telah terlebih dahulu menetapkan awal Ramadhan di hari yang sama. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku merasa bersyukur karena Ramadhan tahun ini dimulai serentak.

“Sebagaimana yang disampaikan MUI, ini berkah dari Allah. Ini anugerah dari Tuhan bahwa tahun ini kita kembali bersama-sama mengawali puasa di bulan Ramadhan,” kata Lukman kepada wartawan di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Lukman berharap anugerah ini terus dijaga dan dipelihara bersama. Ia pun meyakini bahwa umat Islam di Indonesia pasti mampu menyebarkan kemaslahatan bagi sesama di tengah-tengah masyarakat.

“Inti ajaran Islam yang sesungguhnya adalah menebarkan rahmat bagi segenap bangsa. Oleh karenanya kebersamaan ini memiliki makna yang sangat besar,” ujarnya.

Lukman menjelaskan, dari rukyatul hilal yang tersebar di 95 titik di seluruh tanah air, hingga berlangsungnya isbat, 32 pelaku rukyatul hilal melaporkan bahwa tidak satu pun yang berhasil melihat hilal.

“Maka dengan dua hal tadi, perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal yang tidak melihat hilal, sebagaimana ketentuan selama ini yang kita pegangi, sebagaimana fatwa MUI, maka bulan Syakban saat ini kita sempurnakan menjadi 30 hari. Malam hari ini adalah tanggal 30 Syakban, dengan demikian maka 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018,” jelas Lukman.

Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini pada Kamis, 17 Mei 2018.

Berdasarkan keterangan yang diterima Muslim Obsession, ijtimak akhir bulan Sya’ban jatuh pada Selasa, 15 Mei 2018 atau 29 Sya’ban 1439 Hijriah pukul 18.50 lewat 28 detik WIB. Pada tanggal tersebut, tinggi hilal di Yogyakarta saat matahari terbenam -00°, 02′, 50 atau hilal belum terlihat.

“Tinggi hilal di Yogyakarta (saat terbenam matahari): -00°, 02′, 50″ (hilal belum wujud). 1 Ramadhan 1439 H jatuh hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018,” demikian keterangan tertulis yang diterima. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here