Awal Mula Qurban, Kisah Ketaatan Manusia kepada Allah

14676

Namun ia sebagai seorang nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, istri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya untuk menyembelih putra tercintanya.

Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim As, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud:”Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya.” Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam (niat) tetap akan menyembelih Nabi Ismail As puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.

Dan berangkatlah Nabi Ibrahim menuju ke Mekkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan. Ibrahim As berkata pada putranya, “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.”

Nabi Ismail As sebagai anak yang sholeh yang sangat taat kepada Allah dan bakti kepada orangtuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berpikir panjang berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS As-Saffat: 102).

Sontak Nabi Ibrahim kaget, karena keikhlasan anaknya untuk senantiasa menjalankan wahyu dan perintah Allah Swt. Rasa yang berat justru ada di tangan Nabi Ibrahim As. Bahkan ia selalu diganggu oleh setan agar tidak melaksanakan perintah tersebut. Godaan yang terus mencegah Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As tidak berbuah hasil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here