Austria Tutup 7 Masjid, IGGiOe: Kebijakan Itu Tidak Tepat

155
IGGiOe (Foto: Aljaezera)

Wina, Muslim Obsession – Organisasi Muslim Terbesar di Austria, IGGiOe mengaku prihatin atas keputusan pemerintah Austria yang melakukan penutupan terhadap tujuh masjid dan mengusir para imam yang didanai Turki.

“Wina ingin mendiskreditkan komunitas agama. Kebijakan itu tidak tepat untuk mengendalikan politik Islam dan pada akhirnya akan menyebabkan melemahnya struktur dalam komunitas Muslim di Austria,” ucap pemimpin IGGiOe, Ibrahim Olgun dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (11/6/2018).

Selain itu, dia juga menyayangkan hal itu terjadi, apalagi, kata dia, tidak menginformasikan terlebih dahulu kepada komunitas atau organisasi Islam di Austria dan untuk mengumumkannya pada Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan.

“Solusi harus dikerjakan bersama di atas meja daripada secara sepihak di belakang minoritas Muslim,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mengadakan audit sendiri terhadap masjid dan personel yang terkena dampak kebijakan sebelum meminta pertemuan dengan pemerintah Austria.

Sebelumnyan, pada konferensi pers yang digelar Jumat (8/6/2018), Kanselir Austria, Sebastian Kurz mengatakan, pemerintah menutup masjid yang didanai Turki dan membubarkan kelompok yang disebut Komunitas Agama Arab, yang menjalankan enam masjid.

Tindakan pemerintah Austria berasal dari undang-undang 2015, yang melarang pendanaan asing untuk kelompok agama dan mengharuskan masyarakat Muslim untuk memiliki pandangan fundamental positif terhadap negara dan masyarakat Austria.

Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan kemarahan atas rencana penutupan masjid oleh Wina tersebut. Dia khawatir langkah itu akan memicu perang antara “salib dan bulan sabit”

“Langkah-langkah ini diambil oleh perdana menteri Austria, saya takut, memimpin dunia menuju perang antara salib dan bulan sabit,” kata Erdogan. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here