Aturan Syarat Lengkap Bagi Jamaah Umrah Indonesia

115

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia. Namun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Terutama harus sudah divaksin dan melakukan karantina.

“Nota diplomatik juga menyebut mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi para jemaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan,” tulis Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di website resmi Kemenlu, Senin (11/10/2021).

Dalam nota diplomatik Kedutaan Arab Saudi tersebut terdapat pembahasan mengenai prosedur dan persyaratan kesehatan untuk mengikuti umrah yang sudah mencapai tahap akhir.

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menerbitkan surat edaran tertanggal 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021.

Surat edaran itu menyebutkan bahwa Pemerintah Arab Saudi mengizinkan jamaah dari luar negaranya untuk ibadah umrah mulai 10 Agustus 2021.

Kendati demikian, bagi jamaah yang berasal dari Indonesia, India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon perlu melakukan karantina selama 14 hari di negara lain, sebelum terbang ke Arab Saudi.

Selain itu, Pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan jamaah yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Adapun jenis vaksin yang disetujui pemerintah Arab Saudi, yakni Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson.

Bagi mereka yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap dari jenis vaksin Sinovac atau Sinopharm, maka diwajibkan mendapat booster atau suntikan vaksin dosis ketiga dari vaksin yang disetujui pemerintah Arab Saudi.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19, yang mengatur mengenai persayaratan jamaah umrah.

Dikutip dari laman Kemenag.go.id, syarat umrah dalam kebijakan tersebut, meliputi:

Persyaratan Jamaah

Usia sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi (18 – 50 Tahun);

Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid (wajib memenuhi ketentuan Kemenkes RI);

Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat Covid-19;

Bukti bebas Covid-19 (dibuktikan dengan asli hasil PCR/SWAB test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan atau sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi).

Jika jamaah tidak dapat memenuhi persyaratan bukti bebas Covid-19, maka keberangkatannya ditunda sampai dengan syarat tersebut terpenuhi.

Protokol Kesehatan

Seluruh layanan kepada jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan.

Pelayanan kepada jamaah selama di dalam negeri mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Kemenkes.

Pelayanan kepada jamaah selama di Arab Saudi mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Protokol kesehatan selama di dalam pesawat terbang mengikuti ketentuan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.

PPIU bertanggung jawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan jamaah selama di Tanah Air, dalam perjalanan, dan selama di Arab Saudi demi perlindungan jamaah.

Karantina

Selain itu, PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi dan setelah tiba dari Arab Saudi.

PPIU bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jamaah setelah tiba di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi.

Karantina dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan sampai dengan keluarnya hasil tes PCR/SWAB.

Selama jamaah berada dan meninggalkan tempat karantina mengikuti protokol kesehatan.

Jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan yang diperuntukkan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri.

Pelaksanaan karantina dapat menggunakan asrama haji atau hotel yang ditunjuk oleh Satgas Covid-19 Pusat dan Daerah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here