Atlet Muslim yang Selalu Dikenang

Atlet Muslim yang Selalu Dikenang

Jakarta, Muslim Obsession - Tak mudah untuk menjadi terkenal saat ini, terlebih jika seseorang tidak memiliki keahliaan sama sekali, tapi tidak sedikit juga banyak atlet yang terlahir sebagai seorang muslim keahliannya itu diakui oleh dunia, seperti dalam bidang olahraga, ada beberapa nama yang memiliki prestasi gemilang karena usahanya untuk membuktikan kepada dunia.

Bahkan ketenaran mereka mulai dikenal oleh dunia dikarenakan kepribadian muslimnya yang kuat dan prestasinya yang luar biasa. Siapa saja sih mereka? Berikut Muslim Obsession merangkum enam atlet olahraga beragama Islam, yang akan selalu dikenang oleh mata masyarakat dunia pencinta olahraga. Mike Tyson Lelaki bernama asli Michael Gerard Tyson ini berganti nama menjadi Malik Abdul Aziz ketika resmi menjadi mualaf pada tahun 1992. Dijuluki si ‘leher beton’, Ia mulai masuk Islam ketika sedang menjalani hukuman atas kasus tuduhan perkosaan. Menyelesaikan hukuman selama tiga tahun lamanya, Tyson kembali berlaga di atas ring dan sukses menyabet gelar juara kelas berat WBA dan WBC. Menjelang usianya yang menuju tua, Tyson pun banting stir menjadi aktor di beberapa film, seperti di film Tyson, IP Man 3, China Salesman, Public Disturbance, dan masih banyak lagi. Zinedine Zidane Memulai karier di AS Cannes, Zidane menjelma menjadi sosok pemain sepak bola dunia yang terkenal ketika bermain di Juventus, dan berlanjut ke Real Madrid selama lima tahun. Tercatat, Zidane masuk dalam daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh versi Pusat Studi Strategis Agama Islam (MABDA) pada tahun 2018. Mantan pelatih Real Madrid yang mempunyai nama islam Zinedine Yazid Zidane ini telah berhasil membawa Juventus menjuarai Liga Italia dan Real Madrid di Liga Spanyol. Shaquille O’ Neal Shaquille O’ Neal lahir di keluarga yang berbeda agama, karena sang Ibu beragama Kristen dan ayah beragama Muslim. Salah satu pemain basket yang terkenal itu berhasil membuat sebuah perubahan di NBA, sebelum akhirnya memilih untuk menjadi seorang Muslim. Meski tidak sevokal atlet Internasional muslim yang lainnya, dalam beberapa wawancara Shaq dengan gamblang mengatakan bahwa Ia sudah menunaikan ibadah haji. Kini, Ia bekerja sebagai analis dalam salah satu program yang mengangkat topik pertandingan di NBA. Selama perjalanan kariernya, Ia berhasil menyabet 4 gelar NBA dengan rincian tiga kali bersama Los Angeles Lakers, dan yang satunya bersama Miami Heat. Shaq juga pernah mendapat Most Valuable Player pada tahun 1999-2000. Kareem Abdul Jabbar Lahir dengan nama Lew Alcindor, pemain basket satu ini memutuskan untuk memeluk agama Islam pada tahun 1971. Hingga masa pensiunnya, terhitung Jabbar telah berkecimpung di dunia basket selama 20 tahun, yakni dari tahun 1969 hingga 1989. Selain itu, namanya juga dikenang sebagai pencetak skor terbanyak sepanjang masa dalam NBA dengan perolehan poin 38.387. Hingga kini, rekor tersebut belum dilampaui oleh siapapun. Muhammad Ali Lahir di Kentucky, Amerika Serikat, pemilik nama lengkap Cassius Marcellus Clay Jr ini mulai mengenal tinju di usianya yang ke 12 tahun. Di usia 22 tahun, Ali berhasil menyabet juara di pertandingan Heavyweight World Championship pada tahun 1964. Selain menjadi petinju kelas dunia, Ali juga terkenal dengan gerakan dan segala kalimat kontroversionalnya dalam mengkampanyekan pesan perdamaian dunia serta gerakan anti rasis terhadap kulit hitam dalam Gerakan Hak Sipil Afrika dan Amerika pada tahun 1960. Petinju muslim yang satu ini hingga akhir hayatnya masih menorehkan sejarah sebagai satu-satunya juara dunia kelas berat sebanyak tiga kali, yakni di tahun 1964, 1974, dan 1978. Khabib Nurmagomedov Nama petarung asal Rusia ini pun menjadi sensasional akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan keberhasilannya mengalahkan sang fenomenal, Conor McGregor pada pertandingan Ultimate Fighting Club (UFC) edisi ke-229 di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika pada Ahad (7/10/18) kemarin. Selain itu, statusnya yang beragama muslim pun menjadi perbincangan dunia. Banyak kejadian menarik yang berlangsung selama pertandingan ini. Baik Khabib maupun McGregor sudah terlibat cekcok dari sebelum pertarungan dimulai. Perseteruan mulai terjadi ketika Khabib sedang berbicara pada konferensi pers UFC yang pertama, McGregor terus meledek Khabib dengan menawarkan Bir. “Tidak, saya tidak minum bir,” tolak Khabib sambil menjauhkan gelas birnya saat konferensi pers sebelum pertarungan dimulai. Tidak hanya itu, McGregor juga terkenal sebagai petarung yang suka meledek dan menghina sang rival sebelum pertandingan dimulai. Berkali-kali McGregor menyinggung agama Khabib, namun Khabib ogah menanggapinya. Perseteruan pun berlanjut di area oktagon. Setelah memastikan kemenangannya, Khabib pun tidak dapat mengontrol emosinya dan keluar dengan loncat melewati pembatas untuk menyerang dengan salah satu kru McGregor yang Ia dapati menghina Islam, agamanya. Seusai terjadinya hal tersebut, Khabib pun menggelar konferensi pers. Ia mengaku minta maaf dan Ia hanyalah manusia yang mungkin berbuat salah. Di samping akan kisruhnya tersebut, Khabib tetap akan diingat oleh dunia internasional sebagai salah satu atlet muslim yang memiliki pengaruh besar di dunia olahraga. Itu tak lepas dari keberhasilan dirinya mengalahkan McGregor, petarung yang dikenal fenomenal di ranah UFC. Aksi emosionalnya itu juga akan selalu dikenang sebagai bagian dari 'pembelaan' dirinya terhadap penindasan yang ia terima. (Bal)

Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group