Atlet Down Syndrome Ini Bawa Pulang Medali Emas Kejuaraan Judo

387
Talha Ahmet Erdem (Foto: DailySabah)

Ankara, Muslim Obession – Talha Ahmet Erdem menjadi atlet judo atau judoka pencetak sejarah olahraga Turki dengan membawa negara itu medali emas pertama dalam kejuaraan dunia judo untuk atlet dengan sindrom down atau down syndrome.

Artis bela diri berusia 24 tahun itu kini telah mengarahkan pandangannya pada kompetisi di masa depan dan berjanji tidak akan kembali ke rumah tanpa naik ke podium untuk memainkan lagu kebangsaan negaranya.

Erdem, Mehmet Can Topal dan Doğukan Coşar adalah satu-satunya pemain Turki dalam turnamen yang diadakan di Guimaraes Portugal awal bulan ini. Erdem, yang berkompetisi dalam 81 kg dalam kategori T23, mengalahkan saingannya dari Portugal Corte Diogo 4-2 untuk memenangkan emas pertama untuk Turki sementara Topal memenangkan perak di final T21.

Coşar menjadi judoka kedua yang memenangkan emas untuk Turki di kategori T21. Seniman bela diri yang turun ke judo enam tahun lalu mencapai tahap ini baik dengan kerja kerasnya sendiri dan upaya tanpa pamrih dari orangtuanya.

Erdem, seorang karyawan Cafe Belsa, sebuah kafe yang dikelola oleh orang-orang dengan sindrom Down di kota barat laut Kocaeli, melihat dukungan luar biasa dari teman dan keluarga.

Ibunya Semiha mengatakan dia selalu bersama putranya ke mana pun dia pergi dan menemukan pekerjaan di sekolahnya untuk bersamanya. Erdem cukup sibuk saat ini setelah gelarnya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Wajah yang akrab berkat medali emasnya, merasa nyaman dengan ketenaran yang baru ia raih itu.

“Mereka menyebut saya juara sekarang,” katanya sebagaimana dilansir Daily Sabah, Senin (9/12/2019).

“Saya sangat bangga. Ini adalah pertama kalinya saya di luar negeri untuk judo. Saya selalu menunggu hari ini dan tahu bahwa saya akan memenangkan medali di sana,” imbuhnya.

“Saya berjanji kepada orang-orang yang saya kenal dan memberi tahu mereka bahwa saya akan naik podium untuk pemenang, mereka akan mendengar saya melantunkan lagu kebangsaan kami,” katanya dengan bangga, bersumpah akan ada lebih banyak medali.

Ayahnya, Turhan, merasa bangga dan emosional. “Saya menangis ketika melihat dia memegang bendera Turki di podium. Ini adalah apa yang dia dapatkan untuk jerih payahnya,” ungkapnya. 

Sebagai informasi, Down syndrome (sindroma down) merupakan kondisi keterbelakangan fisik dan mental akibat perkembangan kromosom 21 yang tidak normal (dikenal dengan istilah trisomi 21).

Down Syndrome pertama kali diperkenalkan pada tahun 1866 oleh Dr. John Langdon Down melalui publikasi tulisannya di Inggris yang menerangkan sejumlah anak-anak dengan gambaran umum yang sama namun berbeda dengan anak-anak normal lainnya.

Karena memiliki ciri-ciri badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid, penyandang down syndrome sering juga disebut dengan mongolisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here