Atasi Krisis Pangan, Pemerintah Harusnya Bisa Manfaatkan Lahan Tidur untuk Lumbung Pangan

41
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sarankan pemerintah untuk memanfaatkan lahan tidur. (Foto: istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyarankan pemerintah agar memanfaatkan lahan tidur untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama pandemi, sekaligus menghindari terjadinya krisis pangan.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki 33,4 juta hektare lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Lahan tersebut terdiri dari lahan pasang surut 20,1 juta hektare, dan 13,3 juta hektare lahan rawa lebak.

“Dari jumlah itu terdapat 9,3 juta hektare dari lahan tidur yang diperkirakan sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya pertanian,” ujar Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti tuturnya, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Memasuki Masa Panen, Ketua DPD RI Sebut Impor Beras Bukan Solusi

LaNyalla menjelaskan, sebanyak 9,3 juta hektare tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Namun yang paling besar berada di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Lahan ini, imbuhnya, bisa dimanfaatkan pemerintah.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu menambahkan, upaya memanfaatkan lahan tidur ini juga sejalan dengan semangat pemerintah yang mengantisipasi krisis pangan dengan membuat lumbung pangan atau food station.

LaNyalla pun berharap pemerintah daerah mendukung hal itu. Sebab, pemerintah daerah diyakini memiliki data mengenai lahan tidur yang luas, yang dapat dimanfaatkan sebagai lumbung pangan nasional.

Baca juga: Ketua DPD RI Kutuk Keras Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

“Selain pemerintah daerah, sebagian BUMN juga memiliki lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Sebagai sebuah badan usaha, BUMN dapat membuat langkah-langkah pemanfaatan lahan tidur untuk pertahanan pangan nasional,” terangnya.

LaNyalla menilai tak ada salahnya jika BUMN bisa membuka food station karena menurutnya, pertanian merupakan sektor yang cukup kuat jika dikembangkan.

“Sebagai negara agraris kita justru harus memperkuat pangan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum diolah,” pungkas Alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here