As-Sadiq Islamic School Libatkan Relawan Muslim Disabilitas

407
Relawan Muslim Disabilitas (Foto: Muslim Link)

Kanada, Muslim Obsession – Memiliki kelainan down syndrom tidak menyurutkan langkah Aaliya Jaffer untuk membantu banyak orang. Aaliya justru sibuk menjadi sukarelawan di As-Sadiq Islamic School sebagai guru kelas 3.

Wanita lulusan sekolah menengah ini mengatakan bahwa dirinya ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat.

“Saya hanya ingin berbagi,” ujarnya seperti dikutip dari Muslim Link, Rabu (2/1/2018).

Aaliya secara teratur menghadiri Jaffari Community Center (JCC), sebuah masjid dan pusat komunitas, yang menampung Sekolah Islam As-Sadiq di mana dia menjadi sukarelawan. Selama bertahun-tahun, pusat Islam telah memainkan peran integral dalam hidupnya, melayani sebagai pusat sosial dan spiritual untuk dia dan keluarganya.

Namun, terlibat dengan massa saat hidup dengan cacat fisik atau intelektual bisa sangat luar biasa. Ruksana Hemani, ibu dari Suraiya yang hidup dengan gangguan spektrum autisme (ASD), berbagi cerita tentang Aaliya.

“Setiap kali saya memutuskan untuk menghadiri acara apa pun, saya harus merencanakan ke depan untuk memastikan bahwa saya mengantisipasi segala macam situasi yang dapat terjadi,” katanya.

Dalam rangka mempromosikan inklusi dan mengakomodasi kebutuhan keluarga dengan kebutuhan khusus, Islamic Center membentuk komite relawan Jaringan Kebutuhan Khusus (SNSN).

“Sangat menyenangkan melihat komunitas kami membantu dan mengadvokasi anak-anak, remaja, dan orang dewasa ini. Sungguh luar biasa,” tukasnya.

SNSN juga menyelenggarakan acara rutin yang dinikmati bersama keluarga dengan kebutuhan khusus termasuk bowling, lukisan tembikar, atau bahkan seharian berbelanja dan makan siang.

“Sejak kami mendapat bantuan dari relawan [dari SNSN], saya tidak merasa begitu kesepian dan bisa sedikit bersantai. Sangat membantu ketika para relawan sangat memahami dan sabar dengan Suraiya. Kita semua ingin memiliki sebanyak mungkin orang untuk mengenal dan membantu mendukung anak kita sepanjang hidup mereka. Jaringan Dukungan Kebutuhan Khusus membantu kami melakukan itu,” tutupnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here