AS Minta Turki Tak Serang Kurdi

610

Washington DC, Muslim Obsession – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Heather Nauert meminta Turki tidak melakukan tindakan militer di wilayah barat laut Suriah, Afrin. Dia hanya mendesak Ankara untuk tetap fokus memerangi teroris ISIS.

Turki diketahui sedang melakukan persiapan untuk meluncurkan serangan militer di Afrin, maka dari itu Nauert meminta Turki untuk tidak melakukan hal tersebut.

“Kami akan meminta Turki untuk tidak melakukan tindakan semacam itu. Kami ingin mereka tetap fokus pada ISIS (saja),” ujarnya dilansir dari Aljazeera, Kamis (18/1/2018).

Komentar tersebut disampaikan Nauert setelah Ankara mengumunkan bahwa pasukan Turki akan memerangi militan dari Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Ankara memandang YPG sebagai cabang militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang berusaha untuk memiliki daerah otonom sendiri di Turki sejak tahun 1984.

Senada dengan Heather, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Meqdad juga memperingatkan Turki untuk tidak meluncurkan operasi militer di wilayah barat laut Suriah, Afrin. Ia justru menekankan bahwa sistem pertahanan udara Suriah siap untuk mengusir serangan semacam itu.

“Kami memperingatkan pemimpin Turki bahwa jika mereka memulai operasi tempur di wilayah Afrin, maka itu akan dianggap sebagai tindakan agresi oleh tentara Turki,” katanya.

Komentar tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa pernyataan baru-baru ini dari Amerika Serikat mengenai rencana untuk menciptakan 30.000 “pasukan teror” yang kuat di perbatasan utara Suriah dengan Turki, mengkhawatirkan pemerintah Ankara.

Cavusoglu mengatakan Turki akan melakukan intervensi di Afrin dan Manbij untuk melawan militan Kurdi (YPG), karena ketidakpercayaannya terhadap Washington terus berlanjut.

Diplomat Turki terkemuka mencatat bahwa Amerika Serikat harus merebut kembali senjata yang diberikan kepada teroris, dan sepenuhnya mengakhiri kerja sama dengan mereka.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya “tidak akan pernah tinggal diam” dalam menghadapi perkembangan yang mengancam perbatasan dan keamanannya. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here