Arsya dan Anggina Harumkan Indonesia di Seoul, Korea

439

Jakarta, Muslim Obsession – Arsya Aurealya Maharani (17) dan Anggina Rafitri (17) menorehkan prestasi di dunia Internasional dan mengharumkan Indonesia.

Dua siswi SMAN 2 Kota Palangka Raya tersebut berhasil memenangkan lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, yang kemudian mengantarkan mereka sebagai juara dunia di Seoul, Korea Selatan.

Dua putri Indonesia tersebut berasal dari suku dayak, Kota Palangkaraya. Arsya dan Anggi berhasil membuat karya ilmiah dengan membuat obat dari akar bajakah untuk menyembuhkan kanker payudara.

Setelah mereka berdua jadi pemenang di Bandung, mereka akhirnya terpilih mewakili Indonesia untuk tampil pada ajang World Invention Creativity Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, yang diselenggarakan pada tanggal 25-27 Juli 2019 lalu.

Tak disangka, Arsya dan Anggi berhasil menyingkirikan perwakilan dari 22 negara sedunia. “Rasa waswas terasa lebih dibanding sebelumnya. Lantaran yang kami lawan 22 negara,” cerita Anggi awal Agustus lalu.

Karya mereka diumumkan sebagai juara tingkat dunia. Mereka pun berhak atas medali emas. “Tidak menyangka bisa mengalahkan 22 negara. Kami senang karena bisa membuktikan bahwa anak-anak Kalteng dapat berkreasi dan berinovasi. Mampu bersaing dengan anak-anak di luar Kalteng, bahkan luar negeri,” terangnya.

Arsya dan Anggi mengakui bahwa asal mula menemukan ide tersebut dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah mereka. Oleh gurunya, semua siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diminta untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama belajar. “Waktu itu kami mencari ide, bahan apa yang bisa diteliti untuk ekstrakurikuler,” ucap Aysa.

Aysa lantas teringat pada nenek temannya yang sembuh dari kanker payudara setelah mengonsumsi akar bajakah selama tiga bulan. Bajakah adalah tumbuhan khas Kalteng. Warga yang tinggal di pedalaman sering memanfaatkan tumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit. Termasuk tumbuhan bajakah.

Setelah itu, Aysa dan tim ekstrakurikulernya kemudian berburu tumbuhan bajakah itu. Mereka mencari sampel di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Aysa juga menemui nenek yang pernah mengonsumsi akar bajakah dan warga pedalaman yang turut mengonsumsi akar tersebut.

“Orang-orang pedalaman ini meyakinkan kami bahwa akar bajakah bisa menyembuhkan kanker payudara. Banyak yang telah membuktikan,” tutur Arsya.

Mereka berharap tumbuhan bajakah dibudidayakan dan dikembangkan menjadi obat yang beredar luas. “Kami inginnya penemuan ini dikembangkan dan diketahui masyarakat luas,” harap Anggi. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here