Arskal Salim: DNA PTKI Itu Islam Moderat

691
Arskal Salim
Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim saat menjadi pembicara kunci pada 2nd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS) Tahun 2018 di Surabaya, Ahad (22/4/2018). (Foto: Kemenag)

Surabaya, Muslim Obsession – Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim menegaskan, sejak awal berdirinya, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia mengajarkan Islam moderat.

Demikian dikemukakan Arskal Salim saat menjadi pembicara kunci pada 2nd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS) Tahun 2018 di Surabaya, Ahad (22/4/2018).

“DNA Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, khususnya, adalah Islam moderat. Karena itu, apabila ada kalangan islamisme ingin mengubah bentuk dan sistem tata negara Indonesia ini ke khilafah patut diduga bukan dari kalangan PTKI,” ujar Arskal seperti dilansir situs Kemenag.

Arskal menambahkan, saat ini Kementerian Agama sedang mengkampanyekan gerakan moderasi Islam (Islam wasathiyah), salah satunya melalui program Mengasah Jati Diri (Mengaji) Indonesia di kampus PTKI.

Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Abd. A’la mengatakan, AnComS 2018 dilatarbelakangi keberagaman di Indonesia yang belakangan diwarnai arus ekstrim radikalisme dan liberalisme sehingga menumbuhkan kegamangan. Karena itu, sudah saatnya kaum muslim Indonesia menarik “pendulum” keberagamaan ke tengah melalui prinsip keislaman yang moderat.

“Gagasan Moderasi Agama yang digaungkan Kemenag harus juga diperkuat dengan aksi konkret semua pihak,” kata A’la yang juga Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sekretaris Kopertais Wilayah IV Surabaya atas nama Panitia Pelaksana menjelaskan, 2nd AnCoMS merupakan ajang karnival akademik tahunan para akademisi muslim Indonesia. Berbagai makalah yang disajikan dalam konferensi ini adalah karya-karya pemikiran dan hasil penelitian dalam merespon Perkembangan Islam di Indonesia.

“Terutama terkait dengan isu meneguhkan Visi Moderasi Islam dengan berbagai perspektif kajian, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pemikiran Islam moderat di perguruan tinggi,” tuturnya.

Selain Arskal Salim, narasumber lainnya adalah Senior Lecturer at the Faculty of Law, Monash University Nadirsyah Hosen dan Guru Besar UII Yogyakarta Mohammad Mahfud M.D.

Usai sesi seminar, acara dilanjutkan sesi konferensi ilmiah dengan 100 presenter. Mereka mengulas tema Meneguhkan Visi Moderasi Islam dalam berbagai perspektif.

2nd AnCoMS juga dimeriahkan kegiatan temu jaringan ilmiah yang difasilitasi Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Suwendi dan Kasi Penelitian dan Pengelolaan HAKI Diktis Mahrus.

Menurut Suwendi, AnCoMS menjadi agenda penting tahunan para dosen dan peneliti PTKI, selain AICIS. Dia berharap AnCoMS dapat diselenggarakan minimal tiga Kopertais sehingga budaya akademik melalui konferensi ilmiah terbangun dan semakin mempercepat pertumbuhan penelitian dan publikasi ilmiah.

Kasi Penelitian dan Pengelolaan HKI Mahrus menambahkan, AnCoMS juga menjadi ajang sosialisasi dan sinergi dengan program penelitian, terutama pada persiapan penelitian tahun 2018 dan 2019. Selain itu, AnCoMS juga menjadi ajang ekspose hasil penelitian di lingkungan PTKI. Menurutnya, silaturahim intelektual PTKI ini dapat menjadi tradisi baru untuk saling sinergi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here