Arsitek Hindu India Ini Sudah Bangun Lebih dari 100 Masjid

52

Muslim Obsession – Govinda Gopalakrishnan adalah seorang arsitek Hindu otodidak berusia 85 tahun yang telah membuat lebih dari 100 masjid, empat gereja, dan sebuah kuil di Negara Bagian Kerala.

Oktogenarian yang populer dengan sebutan ‘Mosque Man’ ini mengatakan bahwa kecintaannya pada ‘kesatuan umat manusia adalah yang memotivasinya selama enam dekade karirnya.

Tukang bangunan tua ini mengatakan bahwa dia sangat percaya pada kerukunan beragama saat dia menunjukkan salinan Al-Quran, Alkitab, dan kitab suci Hindu Gita yang dia simpan di rumahnya yang sederhana.

Dikutip dari The Islamic Information, Kamis (15/7/2021) Gopalakrishnan memulai karirnya dengan bergabung dengan ayahnya, seorang kontraktor bangunan, sebagai magang karena ia tidak mampu membiayai kuliah.

Gopalakrishnan mengatakan bahwa itu adalah campur tangan ilahi dan contoh yang bagus dari kerukunan beragama ketika dia seorang Hindu, membangun masjid dengan dukungan seorang teman Kristen (LA Saldana) dan membangun masjid yang ditempatkan di antara kuil dan gereja.

Meskipun ia tidak memiliki gelar formal dalam arsitektur. Namun, ia memiliki pemahaman intuitif tentang teknik arsitektur, etos kerja yang kompromi, dan kemampuan untuk memberikan melampaui harapan klien yang memicu kesuksesannya.

Selain menghiasi masjid dengan kitab suci Al-Quran yang ditulis dalam bahasa Arab ia juga bisa membuat tulisan terjemahan Malayam (bahasa lokal Kerala) dari kitab suci pada struktur bangunan.

Arsitektur yang mengikuti model arsitektur Indo-Saracenic ini mengatakan bahwa ia terus mengejar hati sambil membangun masjid sebagai rumah Tuhan harus bebas dari prasangka.

Dan yang lebih mengejutkan adalah dia belum pernah mengunjungi atau melihat konstruksi arsitektur Islam di luar Kerala.

Dia menemukan estetika baru untuk struktur yang dia bangun dengan belajar dari coba-coba dan observasi.

Gopalakrishnan sekarang sedang mengerjakan bukunya, Njaan Kanda Quran, yang berarti “Apa yang saya lihat dan pahami dari Quran.” Ia berharap buku ini dapat membantu para pembaca memahami Al-Quran secara sederhana dan bermakna.

Dia juga mendirikan organisasi sosial dan amal yang mempromosikan pemahaman agama dan toleransi yang dia beri nama Maanavamaitri.

Gopalakrishnan mengatakan bahwa dia masih memiliki satu mimpi yang tersisa. Dia ingin membangun sekolah pemikiran keagamaan yang mengajarkan Gita, Quran, dan Alkitab kepada para siswa.

Ditambahkannya, alangkah baiknya jika kita semua menyadari bahwa Tuhan pada akhirnya adalah satu, apapun agama yang kita anut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here