Arab Saudi Tangguhkan Sementara Visa Umrah, Ini Tanggapan Sekum Muhammadiyah

216
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. (Foto: Suara Muhammadiyah)

Jakarta, Muslim Obsession – Merujuk maklumat yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Kamis, 27 Februari 2020 sekitar pukul 02.40 waktu setempat, dengan ini disampaikan bahwa dalam rangka mendukung upaya menghentikan penyebaran, pengendalian dan pemusnahan virus Corona (COVID-19).

Serta melakukan perlindungan yang maksimal terhadap keamanan warga negara, penduduk dan siapapun yang berencana datang ke wilayah Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan ibadah Umrah dan ziarah Masjid Nabawi, atau kunjungan wisata, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan melakukan langkah proaktif guna menangkal masuk dan menyebarnya virus Corona (COVID-19) ke wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, keputusan pemerintah Arab Saudi sangat bisa dipahami.

“Karena salah satu prinsip ibadah di dalam Islam adalah keselamatan dan keamanan,” jelas Mu’ti pada Kamis (27/2) melalui siaran pers Muhammadiyah.

Mu’ti beranggapan, keputusan tersebut bagi Pemerintah Arab Saudi merupakan keputusan yang berat.

“Secara ekonomi akan berdampak langsung terhadap usaha transportasi, perhotelan, dan perdagangan. Jamaah umrah Indonesia jumlahnya sangat besar. Dalam satu tahun bisa lebih dari 1 juta jamaah,” terang Mu’ti.

Yang harus diantisipasi, menurut Mu’ti adalah dampak di dalam negeri. Banyak calon jamaah umrah yang mungkin sudah membayar biaya pesawat, hotel, dan lain sebagainya.

“Perlu ada antisipasi dan pengawasan terhadap biro umrah supaya tidak menimbulkan keresahan dan berbagai permasalahan,” pesan Mu’ti.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here